ROTE NDAO — Peninjauan Maruli ke kawasan perbatasan selatan Indonesia itu menjadi forum identifikasi kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Warga menyampaikan aspirasi secara langsung, bukan lewat laporan tertulis.
Lima Kebutuhan yang Disampaikan Warga Rote Selatan
Selain perbaikan jalan desa, warga menyampaikan kebutuhan alat pertanian, pembangunan sumur bor, serta peningkatan akses jaringan internet. Kebutuhan jembatan sederhana di sejumlah titik juga masuk dalam daftar.
Maruli meminta jembatan yang perlu diperbaiki segera dilaporkan ke Dandim setempat agar bisa ditindaklanjuti.
"Kalau masih ada jembatan yang perlu di daerah sini, kasih tahu Dandim saja. Nanti kita segera perbaiki. Nanti dipetakan juga tentang air bersihnya, ya," kata Maruli dalam keterangan pers dikutip, Sabtu (24/10/2026).
Pemetaan Lapangan Jadi Dasar Penentuan Prioritas
Menurut Maruli, kebutuhan infrastruktur dasar perlu mendapat perhatian seiring rencana pembangunan di kawasan perbatasan. Pemetaan kebutuhan di lapangan diperlukan agar upaya pembangunan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.
Dukungan anggaran yang tersedia diharapkan membantu perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan warga. Aspirasi yang dihimpun dalam kunjungan itu menjadi bahan bagi BNPPDT untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan.
Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia dan Rencana Tugu
Selain menyerap aspirasi warga, Maruli meninjau lokasi Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia di Kabupaten Rote Ndao. Di kawasan tersebut, BNPPDT mengupayakan pembangunan tugu sebagai penanda geografis wilayah selatan Indonesia.
Maruli berharap pembangunan tugu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses jalan dan air bersih. Pembangunan kawasan, katanya, tidak hanya berfokus pada penanda wilayah tetapi juga fasilitas yang menunjang kehidupan warga.
"Mudah-mudahan nanti bersamaan dengan dibangunnya tugu ini, kita akan usahakan juga jalan, mungkin air bersih, dan lain sebagainya," jelas Maruli.
Tugu Ditargetkan Mulai Dibangun Triwulan Pertama atau Kedua 2027
Maruli berharap pekerjaan pembangunan tugu dapat dimulai pada triwulan pertama atau kedua 2027. Rencana itu masih memerlukan upaya lebih lanjut agar dapat direalisasikan.
"Saya tidak akan terlalu muluk-muluk bicara. Tinggal Bapak Ibu doakan supaya semua ini betul-betul bisa terealisasi. Mudah-mudahan nanti tugu kita kerjakan, kira-kira di triwulan pertama atau kedua kita bisa mulai," ungkapnya.
Dalam kunjungan itu, Maruli didampingi Sekretaris BNPPDT Makhruzi Rahman, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Nurdin, Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Edi Nurhabad, serta Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat Topri Daeng Balaw bersama rombongan.
Peningkatan akses jalan, jembatan, air bersih, sarana pertanian, dan jaringan internet diharapkan memperlancar aktivitas warga sekaligus mendukung kegiatan ekonomi setempat.