LABUAN BAJO — Gregorius tiba bersama tim di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, sekitar pukul 10.00 Wita. Rombongan diterima di rumah kepala desa untuk membahas kondisi wilayah dan kebutuhan warga terdampak gempa. Hingga beberapa saat sebelum kejadian, ia masih mencatat sejumlah informasi yang disampaikan dalam diskusi.
Diskusi Berjalan Aktif Sebelum Kondisi Kesehatan Menurun
Koordinator Umum IAI Hadir-Flores Recovery Program, Chandra Pradita Putra, menyebut Gregorius masih mengikuti pembicaraan secara aktif. "Di tengah pertemuan, yang bersangkutan tiba-tiba mengalami penurunan kondisi kesehatan dan terjatuh dari tempat duduk," terang Chandra dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Anggota tim IAI bersama masyarakat di lokasi langsung memberi pertolongan. Karena dinilai butuh penanganan lanjutan, Gregorius dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan awal.
Dari sana, arsitek asal Depok, Jawa Barat, itu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Labuan Bajo. "Tim IAI Hadir turut mendampingi proses tersebut serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," jelas Chandra.
Belum Sempat Turun Melihat Kerusakan Bangunan
Gregorius dan tim sebenarnya belum turun ke lapangan untuk melihat kondisi kerusakan bangunan. Kedatangan mereka ke Manggarai Barat bertujuan melakukan asesmen lapangan terhadap rumah dan lingkungan terdampak gempa.
Kegiatan itu menghimpun data lapangan sekaligus menyusun rekomendasi penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak. Gregorius meninggal pada hari pertama ia tiba di lokasi tugas.
Saat tiba di RSUD Komodo, kondisinya sudah tak bernyawa. Soal penyebab kematian, Chandra menyerahkan sepenuhnya penjelasan medis kepada pihak berwenang.
"IAI menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan dan tidak ingin mendahului keterangan resmi mengenai kondisi medis yang bersangkutan," ujarnya.
IAI Fokus Koordinasi Pemulangan Jenazah
Chandra menyebut kepergian Gregorius sebagai kehilangan besar bagi tim dan keluarga besar IAI. Menurut dia, Gregorius datang bersama tim dengan niat membantu warga yang terdampak bencana.
"Hingga beberapa saat sebelum kejadian, beliau masih aktif berdiskusi dan terlibat dalam proses asesmen. Kepergiannya tentu menjadi duka yang sangat mendalam bagi kami semua," ujar Chandra.
IAI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Organisasi itu juga memberikan pendampingan kepada anggota tim yang masih berada di lokasi.
Saat ini perhatian IAI difokuskan pada koordinasi dengan keluarga terkait pemulangan jenazah. IAI juga memastikan kembali kesiapan tim asesmen untuk bertugas di masyarakat terdampak di Manggarai Barat.