NUSA TENGGARA TIMUR — Perusahaan otomotif asal China itu membuka peluang tersebut di sela-sela peresmian fasilitas manufaktur mereka di Subang, Jawa Barat, Kamis (4/9/2026). Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut baterai merupakan komponen terbesar dalam kalkulasi nilai TKDN sebuah kendaraan listrik.
"Kalau dalam kalkulasi komponen TKDN, salah satu yang sangat penting untuk meningkatkan level TKDN itu adalah dari sisi lokalisasi baterai," ujar Luther dalam keterangan resminya.
Modal Besar Sebagai Produsen Baterai Global
Luther menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kesulitan secara teknologi untuk merealisasikan rencana ini. BYD dikenal sebagai salah satu pemain utama industri baterai dunia, sehingga kapasitas untuk membangun rantai pasok lokal dinilai sudah dimiliki.
"Kami tentunya juga mempertimbangkan hal itu, karena kami adalah pemain baterai terbesar di global dan dengan fasilitas sebesar ini, kita sangat mampu untuk masuk," katanya.
Belum Ada Kepastian Waktu, Target TKDN Masih Dikaji
Kendati demikian, perusahaan belum berani membeberkan timeline pasti kapan pabrik baterai tersebut akan mulai dibangun atau beroperasi. Luther hanya memberikan isyarat bahwa pengumuman resmi akan dilakukan setelah seluruh perhitungan matang.
"Untuk memenuhi 60%? Mungkin momennya saya akan sampaikan lebih tepatnya ketika ini sudah firm," ujarnya menanggapi pertanyaan soal target TKDN.
Transisi dari Impor ke Produksi Lokal Subang
Upaya lokalisasi ini tidak lepas dari pergeseran strategi BYD di Indonesia. Setelah pabrik Subang yang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun itu beroperasi, perusahaan mulai mengurangi ketergantungan pada impor utuh (completely built up/CBU) dan beralih ke produksi lokal secara bertahap.
Sebelumnya, BYD mendapatkan fasilitas impor kendaraan dari pemerintah sebagai bagian dari komitmen investasi pembangunan pabrik. Kini, utilisasi pabrik terus dinaikkan secara bertahap, menyesuaikan permintaan pasar untuk masing-masing model.
Ekosistem Komponen Pendukung Ikut Disiapkan
Luther menambahkan, peningkatan kandungan lokal tidak hanya berhenti pada perakitan kendaraan. Pihaknya turut menyiapkan ekosistem komponen pendukung, termasuk melibatkan pemasok lokal untuk suku cadang.
"Investasinya itu masuk ke komponen pendukung juga, ekosistem komponen pendukung. Makanya nilai investasinya naik, karena berarti kami harus mempersiapkan supplier spare parts, kemudian kita juga harus mempersiapkan produk spare parts dari lokal," jelas dia.
Dengan perluasan lokalisasi komponen, termasuk potensi produksi baterai di dalam negeri, BYD berpeluang memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia sekaligus meningkatkan kontribusi produksi lokal. Langkah ini juga sejalan dengan regulasi pemerintah yang mendorong peningkatan TKDN untuk insentif kendaraan listrik.