Pencarian

BYD Buka Peluang Produksi Baterai di Subang Demi Kejar Target TKDN 60 Persen

Selasa, 08 September 2026 • 10:34:01 WIB
BYD Buka Peluang Produksi Baterai di Subang Demi Kejar Target TKDN 60 Persen
Suasana area pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, yang menjadi lokasi pengembangan produksi kendaraan listrik secara lokal.

NUSA TENGGARA TIMUR — Perusahaan otomotif asal China itu membuka peluang tersebut di sela-sela peresmian fasilitas manufaktur mereka di Subang, Jawa Barat, Kamis (4/9/2026). Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut baterai merupakan komponen terbesar dalam kalkulasi nilai TKDN sebuah kendaraan listrik.

"Kalau dalam kalkulasi komponen TKDN, salah satu yang sangat penting untuk meningkatkan level TKDN itu adalah dari sisi lokalisasi baterai," ujar Luther dalam keterangan resminya.

Modal Besar Sebagai Produsen Baterai Global

Luther menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kesulitan secara teknologi untuk merealisasikan rencana ini. BYD dikenal sebagai salah satu pemain utama industri baterai dunia, sehingga kapasitas untuk membangun rantai pasok lokal dinilai sudah dimiliki.

"Kami tentunya juga mempertimbangkan hal itu, karena kami adalah pemain baterai terbesar di global dan dengan fasilitas sebesar ini, kita sangat mampu untuk masuk," katanya.

Belum Ada Kepastian Waktu, Target TKDN Masih Dikaji

Kendati demikian, perusahaan belum berani membeberkan timeline pasti kapan pabrik baterai tersebut akan mulai dibangun atau beroperasi. Luther hanya memberikan isyarat bahwa pengumuman resmi akan dilakukan setelah seluruh perhitungan matang.

"Untuk memenuhi 60%? Mungkin momennya saya akan sampaikan lebih tepatnya ketika ini sudah firm," ujarnya menanggapi pertanyaan soal target TKDN.

Transisi dari Impor ke Produksi Lokal Subang

Upaya lokalisasi ini tidak lepas dari pergeseran strategi BYD di Indonesia. Setelah pabrik Subang yang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun itu beroperasi, perusahaan mulai mengurangi ketergantungan pada impor utuh (completely built up/CBU) dan beralih ke produksi lokal secara bertahap.

Sebelumnya, BYD mendapatkan fasilitas impor kendaraan dari pemerintah sebagai bagian dari komitmen investasi pembangunan pabrik. Kini, utilisasi pabrik terus dinaikkan secara bertahap, menyesuaikan permintaan pasar untuk masing-masing model.

Ekosistem Komponen Pendukung Ikut Disiapkan

Luther menambahkan, peningkatan kandungan lokal tidak hanya berhenti pada perakitan kendaraan. Pihaknya turut menyiapkan ekosistem komponen pendukung, termasuk melibatkan pemasok lokal untuk suku cadang.

"Investasinya itu masuk ke komponen pendukung juga, ekosistem komponen pendukung. Makanya nilai investasinya naik, karena berarti kami harus mempersiapkan supplier spare parts, kemudian kita juga harus mempersiapkan produk spare parts dari lokal," jelas dia.

Dengan perluasan lokalisasi komponen, termasuk potensi produksi baterai di dalam negeri, BYD berpeluang memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia sekaligus meningkatkan kontribusi produksi lokal. Langkah ini juga sejalan dengan regulasi pemerintah yang mendorong peningkatan TKDN untuk insentif kendaraan listrik.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartaekonomi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks