NUSA TENGGARA TIMUR — Performa Lautaro Martinez di Piala Dunia 2026 kontras dengan edisi sebelumnya. Empat tahun lalu, ia pulang dari Qatar sebagai juara dunia, tapi tanpa satu gol pun. Kini, penyerang 28 tahun itu menjelma menjadi pahlawan Argentina di setiap fase krusial.
Dari Eksekutor Penalti hingga Sundulan Penentu ke Final
Gol pertama Lautaro tercipta di babak penyisihan grup. Saat Argentina berhadapan dengan Yordania dan Lionel Messi absen, ia dipercaya sebagai algojo penalti. Tugas itu dijalani tanpa cela.
Momen gemilang berlanjut di perempat final. Lautaro mencetak gol pada masa injury time babak kedua perpanjangan waktu lawan Swiss. Gol itu memastikan kemenangan 3-1 sekaligus tiket semifinal.
Puncaknya terjadi di semifinal melawan Inggris. Masuk sebagai pemain pengganti, sundulannya di menit akhir injury time babak kedua merobek gawang Inggris. Argentina pun lolos ke final Piala Dunia 2026.
Faktor Cedera yang Membelenggu di 2022
Kegagalan Lautaro di Piala Dunia 2022 bukan tanpa alasan. Cedera pergelangan kaki menghambat pergerakannya sebagai striker. Akibatnya, ia kehilangan tempat utama dan digeser Julian Alvarez sebagai pendamping Messi. Satu-satunya catatan manis kala itu adalah menjadi eksekutor penalti kemenangan atas Belanda di perempat final.
Assist Kunci dan Peran Super Sub di Fase Knock Out
Selain tiga gol, Lautaro juga mencatatkan satu assist. Umpan silangnya disundul Enzo Fernandez pada laga melawan Mesir, membawa Argentina menang 3-2.
Menariknya, dalam tiga laga terakhir fase gugur, Lautaro selalu dimulai dari bangku cadangan. Peran sebagai super sub ini justru membuatnya lebih efektif dan haus gol. Kini publik menantikan perannya di partai final.
Lautaro tentu berharap bisa mengulang sukses empat tahun lalu: membawa Argentina juara dunia. Bedanya, kali ini ia datang dengan status sebagai salah satu pemain kunci. (ptr/ptr/rhr)