Pencarian

Harga Minyak Dunia Anjlok tapi BBM di NTT Belum Turun, Pengamat Sebut Ada Dua Faktor Penghambat

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:04:00 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok tapi BBM di NTT Belum Turun, Pengamat Sebut Ada Dua Faktor Penghambat
Harga BBM di seluruh SPBU di NTT belum mengalami penurunan meskipun harga minyak dunia anjlok.

KUPANG — Harga minyak dunia yang anjlok belum berimbas pada penurunan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi di SPBU se-NTT. Kondisi ini membuat warga bertanya-tanya, mengapa penurunan harga minyak mentah tidak langsung dirasakan di pompa bensin Kupang, Ende, atau Maumere.

Pengamat energi dari Universitas Nusa Cendana, Oktovianus Bria Seran, menjelaskan bahwa mekanisme penetapan harga BBM di Indonesia tidak sederhana. "Harga minyak dunia memang turun, tapi yang dipakai sebagai acuan adalah harga minyak rata-rata dalam beberapa bulan, bukan harga harian," ujarnya kepada wartawan di Kupang, Selasa (11/2/2025).

Dua Faktor yang Menahan Harga BBM di NTT

Menurut Oktovianus, faktor pertama adalah formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga BBM dihitung berdasarkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam periode tertentu, bukan harga spot yang naik-turun setiap hari.

"Kalau harga minyak turun drastis hari ini, efeknya baru terasa satu hingga dua bulan ke depan setelah perhitungan ulang ICP selesai," kata dia.

Faktor kedua adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meski harga minyak turun, pelemahan rupiah bisa membuat harga BBM di dalam negeri tetap bertahan atau bahkan naik. "Biaya impor minyak dihitung dalam dolar, jadi kurs juga sangat menentukan," tambah Oktovianus.

Harga BBM di NTT Termahal di Indonesia

Persoalan ini terasa lebih pahit bagi warga NTT. Sejak awal tahun, harga BBM jenis Pertamax di sejumlah SPBU di Kupang sudah menembus Rp 14.500 per liter. Sementara di daerah terpencil seperti Pulau Sabu atau Rote, harga eceran bisa mencapai Rp 25.000 per liter karena biaya distribusi.

"Warga di kepulauan sangat bergantung pada BBM untuk transportasi dan genset. Setiap kenaikan atau penurunan harga punya dampak langsung pada harga sembako," ujar Oktovianus.

Apa yang Bisa Dilakukan Pemprov NTT?

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebelumnya telah mengusulkan pembentukan badan usaha daerah untuk distribusi BBM di wilayah terluar. Namun, usulan itu masih dalam tahap kajian.

Oktovianus menyarankan agar Pemprov NTT mendorong percepatan pembangunan depot BBM di Flores dan Sumba untuk memangkas rantai distribusi. "Selama distribusi masih panjang, harga BBM di NTT akan selalu lebih mahal dibanding Jawa," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pertamina Patra Niaga Regional NTT belum memberikan pernyataan resmi mengenai potensi penurunan harga BBM dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: surabaya.bisnis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks