Pencarian

Pemkab Sikka Dorong Pustakawan Jadi Fasilitator Informasi Digital, Targetkan Tekan Hoaks di Masyarakat

Selasa, 07 Juli 2026 • 17:35:01 WIB
Pemkab Sikka Dorong Pustakawan Jadi Fasilitator Informasi Digital, Targetkan Tekan Hoaks di Masyarakat
Pustakawan Kabupaten Sikka dilatih menjadi fasilitator literasi digital untuk tekan hoaks.

SIKKA — Transformasi peran pustakawan di Kabupaten Sikka menjadi prioritas pemerintah daerah. Kepala Dinas Arpus Sikka, Very Awales, mengatakan pustakawan kini harus mampu menjadi mentor literasi digital dan penggerak budaya baca di tengah masyarakat.

"Di era digital saat ini, pustakawan tidak hanya berperan sebagai pengelola koleksi buku, tetapi juga menjadi fasilitator informasi, mentor literasi digital, dan penggerak budaya baca masyarakat," kata Very saat dihubungi dari Kupang, Selasa.

Empat Program Literasi Andalan Pemkab Sikka

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Sikka melalui Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda telah menjalankan sejumlah program. Mulai dari Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar-Jemput Buku (GRAjB), hingga layanan perpustakaan keliling menggunakan mobil dan sepeda motor.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggencarkan Safari Bunda Literasi Kabupaten Sikka. Program ini menyasar ibu-ibu dan anak-anak sebagai upaya menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Edukasi Gerakan 30 Menit Membaca sebelum jam pelajaran dimulai juga terus diperkuat di sekolah-sekolah.

Jumlah Pustakawan Minim, Pemkab Andalkan Relawan dan Komunitas Baca

Very mengakui jumlah pustakawan di Kabupaten Sikka masih terbatas jika dibandingkan dengan luas wilayah dan banyaknya perpustakaan yang harus didampingi. Kondisi ini mendorong Pemkab untuk mencari solusi alternatif.

"Karena itu, selain penambahan pustakawan, dibutuhkan dukungan tenaga teknis perpustakaan, relawan literasi, komunitas baca, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan semakin optimal," ujarnya.

Peningkatan kompetensi pustakawan juga terus didorong melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan bimbingan teknis. Pustakawan diharapkan mampu mengelola perpustakaan berbasis teknologi dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pelayanan informasi.

Momentum Hari Pustakawan Nasional Jadi Penguat Peran

Menurut Very, momentum Hari Pustakawan Nasional pada 7 Juli 2026 menjadi penguatan peran pustakawan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemerintah daerah juga memperkuat kerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI, Dinas Perpustakaan Provinsi NTT, perguruan tinggi, dan komunitas literasi.

"Pustakawan harus menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani masyarakat dengan ilmu pengetahuan sehingga dapat meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat dan tingkat kegemaran membaca," pungkas Very.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks