NAGEKEO — Kedatangan kontingen Flores Timur di Kota Mbay berlangsung meriah sejak pukul 19.15 WITA. Rombongan yang terdiri dari enam peserta itu dikawal oleh 12 kendaraan dari pertigaan menuju pusat kota hingga tiba di kediaman H. Hamdan Kraeng, pensiunan Kementerian Agama asal Flores Timur yang dijadikan lokasi penginapan.
Sapaan Adat dan Tarian Tradisional Warnai Penyambutan
Suasana semakin semarak ketika kafilah disambut dengan sapaan adat Lamaholot yang disampaikan oleh Arifin Rianghepat. Prosesi dilanjutkan dengan tarian tradisional dan pengalungan kepada perwakilan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) serta Kementerian Agama Flores Timur.
Sapaan adat itu sarat pesan kebersamaan dan doa agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian MTQ dengan lancar serta membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.
Enam Peserta Optimis Tampil Maksimal
Sekretaris Umum LPTQ Flores Timur, Hafid Syarif, mengaku sambutan tersebut menjadi suntikan semangat bagi para peserta yang akan bertanding. Ia menyebut kontingen Flores Timur hanya mengirim enam peserta pada MTQ tahun ini, namun optimistis mampu bersaing berbekal pengalaman dan catatan prestasi di ajang serupa.
“Kami sangat berterima kasih atas penyambutan luar biasa ini. Kehangatan yang kami rasakan menjadi penyemangat untuk tampil maksimal,” kata Hafid.
MTQ Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Ruang Pererat Persaudaraan
Liaison Officer Kafilah Flores Timur yang juga Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo, Petrus Aurelius Assan, menilai penyambutan tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas antardaerah di NTT. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan momentum memperkuat persaudaraan dan kolaborasi antar kabupaten.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat persaudaraan. Mari tampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Jadwal MTQ XXXI NTT di Nagekeo
MTQ XXXI tingkat Provinsi NTT dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 28 Juni 2026 di Kabupaten Nagekeo. Ajang ini akan mempertemukan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di NTT untuk berlomba dalam berbagai cabang tilawah dan syiar Al-Qur’an.