KUPANG — Distribusi bantuan pangan perdana untuk warga Kabupaten Alor resmi dimulai. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan total 30 kilogram beras yang merupakan akumulasi alokasi untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya sengaja hadir langsung ke Alor untuk memastikan bantuan yang menjadi hak masyarakat benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
"Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi tiga bulan, sehingga setiap keluarga menerima 30 kilogram beras," kata Rizal dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.
Distribusi di Wilayah Kepulauan Butuh Sinergi Antarinstansi
Rizal mengakui penyaluran bantuan di daerah kepulauan seperti Alor memiliki tantangan geografis yang tidak sederhana. Butuh koordinasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lain agar logistik pangan berjalan mulus hingga ke pelosok.
"Bagi Bulog, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan," ujarnya.
Komitmen serupa ditegaskan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia memastikan pemerintah tidak akan membiarkan warga di daerah kepulauan merasa terisolasi dari program bantuan pangan nasional.
"Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok," tegasnya.
Rincian Penerima di Sejumlah Desa
Bantuan pangan di Kabupaten Alor menyasar total 37.338 penerima bantuan pangan (PBP). Sebarannya mencakup berbagai desa, di antaranya Desa Fuisama dengan 66 PBP, Desa Probur 513 PBP, dan Desa Lembur Barat 222 PBP.
Penyaluran ini diharapkan menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Pemerintah menargetkan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran dan tepat waktu.
Dalam kesempatan tersebut, aspirasi dari generasi muda asal Alor turut diserap sebagai masukan untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap kondisi pangan di daerah.