NUSA TENGGARA TIMUR — Pertandingan Grup J yang berlangsung di Dallas, Texas, itu menjadi panggung bagi Lionel Messi untuk menorehkan sejarah baru. Dua gol yang dicetak pemain berusia 39 tahun tersebut membuat koleksinya di Piala Dunia menjadi 17 gol, melampaui rekor Miroslav Klose yang sebelumnya memegang 16 gol.
Rekor Messi dan Gol Pembuka di Menit ke-38
Argentina sebenarnya mendapat peluang emas lebih awal saat Lautaro Martinez dilanggar dua pemain Austria di kotak penalti pada menit ke-8. Namun, eksekusi penalti Messi gagal berbuah gol.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-38. Messi mencetak gol pembuka yang sekaligus mengukuhkannya sebagai pemain tersubur sepanjang sejarah Piala Dunia. Gol ini menjadi titik balik bagi Argentina yang sebelumnya tampil dengan tempo lambat.
Tekanan Austria dan Ketangguhan Emiliano Martinez
Kegagalan penalti di awal laga justru membangkitkan semangat Austria. Tim asuhan Ralf Rangnick menciptakan beberapa situasi berbahaya yang memaksa lini belakang Argentina bekerja lebih rapat.
Selepas jeda, Austria meningkatkan intensitas serangan. Gelandang Marcel Sabitzer menguji kiper Emiliano Martinez melalui eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke gawang. Argentina merespons dengan pengelolaan ritme yang lebih aman demi menjaga keunggulan.
Gol Kedua di Menit Akhir Pastikan Kemenangan
Messi kembali menjadi pembeda pada menit 90+5. Ia menambah gol kedua untuk memastikan Argentina meninggalkan Dallas dengan kemenangan. Sebelum dua golnya, Messi beberapa kali memperoleh peluang dari open play dan memanfaatkan ruang di sepertiga akhir lapangan.
Struktur pertahanan Argentina tetap disiplin hingga peluit panjang berbunyi. Hasil ini membawa Argentina ke babak 32 besar, mengikuti jejak Meksiko, Amerika Serikat, dan Jerman yang lebih dulu memastikan tiket.
Jadwal Laga Terakhir Grup J
Pada partai terakhir grup, Argentina dijadwalkan bertemu Yordania pada Minggu (28/6/2026) WIB. Di saat bersamaan, Austria akan menghadapi Aljazair. Kedua laga akan menentukan posisi akhir klasemen Grup J.