NUSA TENGGARA TIMUR — Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Lucid Motors, kembali melakukan perampingan organisasi secara drastis. Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Arab Saudi ini mengumumkan akan memberhentikan sekitar 1.500 karyawan atau 18% dari total tenaga kerjanya. Keputusan ini diambil hanya berselang empat bulan setelah Lucid melakukan PHK terhadap 12% karyawannya pada Februari 2025.
Langkah Efisiensi CEO Baru
PHK ini merupakan langkah awal dari Silvio Napoli yang baru menjabat sebagai CEO. Dalam pernyataan resmi perusahaan, langkah ini diambil untuk "simplify the company, sharpen execution, and position Lucid to become more competitive over time" (menyederhanakan perusahaan, mempertajam eksekusi, dan memposisikan Lucid agar lebih kompetitif seiring waktu).
Selain PHK, Lucid juga menghapus shift kedua produksi di pabrik Casa Grande, Arizona. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan "production plans with anticipated demand" (rencana produksi dengan permintaan yang diperkirakan). Perusahaan menargetkan penghematan tahunan sekitar 158 juta dolar AS dari restrukturisasi ini.
Gelombang PHK dan Pergantian Eksekutif
Gelombang PHK ini menjadi yang kedua dalam tahun 2025. Sebelumnya, pada Februari 2025, Lucid telah memangkas 12% stafnya. Kini, dengan tambahan 18%, total karyawan yang terdampak dalam beberapa bulan terakhir mencapai angka yang signifikan.
Pergantian kursi direksi juga mewarnai kondisi internal perusahaan. Marc Winterhoff, yang menjabat sebagai CEO interim selama lebih dari setahun sebelum digantikan Napoli, resmi meninggalkan perusahaan. Posisi Chief Operating Officer (COO) yang sebelumnya diembannya pun dihapuskan sama sekali. Sebagai kompensasi, Winterhoff akan menerima pesangon, "certain security support" (dukungan keamanan tertentu), dan diperbolehkan membawa pulang mobil perusahaan, sebagaimana tercantum dalam dokumen regulasi.
Produk Baru di Tengah Badai
Di tengah gejolak internal, Lucid tengah bersiap meluncurkan kendaraan massal pertamanya, yaitu Lucid Cosmos SUV. Mobil listrik yang dibanderol mulai di bawah 50.000 dolar AS ini diharapkan menjadi kunci bagi Lucid untuk mencapai profitabilitas. Perusahaan juga tengah merambah ke ranah otonom dengan menggandeng Uber dan Nuro untuk meluncurkan layanan robotaksi mewah di San Francisco.
Namun, perusahaan enggan berkomentar ketika ditanya apakah program-program tersebut ikut dihentikan. Dalam dua tahun terakhir, lebih dari selusin eksekutif puncak telah meninggalkan Lucid, termasuk mantan CEO Peter Rawlinson yang mundur mendadak pada Februari 2025, dan Kepala Insinyur Eric Bach yang dipecat pada akhir 2025 dan menggugat perusahaan atas pemecatan yang tidak sah.
Dampak PHK dan Biaya Restrukturisasi
PHK terbaru ini mencakup karyawan tetap, kontraktor, dan pekerja produksi per jam. Perusahaan melaporkan memiliki 9.000 karyawan secara global pada akhir 2025, sebelum pemangkasan 12% pada Februari lalu. Lucid menganggarkan biaya pesangon sekitar 32 juta dolar AS untuk proses restrukturisasi yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.