AMARASI TIMUR — Kelompok Tani Harapan Baru di Oekaka, Desa Rabeka, resmi menjadi percontohan penerapan Bank Pakan Fungsional yang digagas tim dosen Universitas Nusa Cendana (Undana). Program ini dirancang untuk menekan angka kematian ayam KUB akibat penyakit sekaligus menekan biaya pakan yang selama ini membebani peternak kecil.
Mengapa Bank Pakan Fungsional Jadi Solusi Peternak Ayam KUB?
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan ayam, bisa mencapai 60-70 persen dari total biaya produksi. Tim dosen Undana memperkenalkan teknologi pakan fungsional yang memanfaatkan bahan baku lokal yang difermentasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
“Kelompok tani di sini memiliki solidaritas dan kerja sama yang tinggi. Meskipun ini kali pertama kami berkegiatan di Oekaka yang aksesnya cukup jauh, semangat warga sangat luar biasa,” ujar Ir. N. G. A. Mulyantini, S.S., M.Sc.Ag., Ph.D., dalam sambutannya.
Empat Dosen Undana Turun Langsung ke Amarasi Timur
Kegiatan ini menghadirkan empat akademisi yang kompeten di bidang peternakan dan kesehatan hewan, yakni Ir. N. G. A. Mulyantini, Dr. Ir. Ulrikus Romsen Lole, Rahmat Gusri, dan Drh. Nino Klau. Mereka mendampingi langsung Kelompok Tani Harapan Baru yang diketuai Ibu Imatriana Bani.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Seluruh anggota kelompok dan pemuda dari Calon Anak Peternak (CAPER) ikut serta dalam pelatihan pembuatan pakan fungsional. Mereka belajar mencampur, memfermentasi, dan menyimpan pakan dalam sistem bank pakan agar ketersediaan tetap terjaga sepanjang musim.
Dampak Langsung: Biaya Pakan Turun, Produksi Lebih Stabil
Dengan sistem Bank Pakan Fungsional, peternak tidak lagi bergantung pada pakan pabrikan yang harganya fluktuatif. Pakan berbasis sumber daya lokal ini diklaim mampu menekan biaya produksi hingga 30 persen. Selain itu, kandungan probiotik dalam pakan fungsional membantu mencegah penyakit pencernaan yang sering menyerang ayam KUB.
“Kami mengapresiasi ketersediaan lahan dan fasilitas yang diberikan oleh Kelompok Tani Harapan Baru,” tambah Mulyantini, menekankan pentingnya dukungan infrastruktur lokal untuk keberlanjutan program.
Langkah Awal Pengembangan Peternakan di Amarasi Timur
Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang dijalankan Undana. Ke depan, tim dosen berencana memperluas penerapan Bank Pakan Fungsional ke kelompok tani lain di Kabupaten Kupang. Oekaka yang aksesnya cukup jauh dari pusat kota menjadi bukti bahwa teknologi tepat guna bisa menjangkau daerah terpencil.
Ketua Kelompok Tani Harapan Baru, Imatriana Bani, menyampaikan harapannya agar program ini berkelanjutan. “Kami siap menjadi percontohan dan membagikan ilmu ini ke peternak lain di Amarasi Timur,” ujarnya.