Pencarian

Yacht Berbendera Australia Tanpa Awak Terdampar di Pantai Rote NTT, Polisi Selidiki Dokumen di Dalam Kabin

Rabu, 17 Juni 2026 • 23:25:31 WIB
Yacht Berbendera Australia Tanpa Awak Terdampar di Pantai Rote NTT, Polisi Selidiki Dokumen di Dalam Kabin
Yacht berbendera Australia tanpa awak ditemukan terdampar di Pantai Duile, Rote Timur, NTT.

ROTE NDAO — Warga Dusun Oesosole, Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, digegerkan dengan penemuan sebuah yacht besar yang kandas di Pantai Duile. Kapal yang membawa bendera Australia itu ditemukan dalam keadaan kosong, tanpa awak maupun penumpang, pada Selasa (16/6) lalu.

Polis Temukan Dokumen Jual Beli dan Perangkat Elektronik

Kapolsek Rote Timur, Ipda A. Ikram Mahben, menyatakan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan awal begitu tiba di lokasi. Dari dalam kabin, petugas mengamankan sejumlah dokumen penting yang diduga kuat terkait identitas kapal.

"Ditemukan formulir penawaran pembelian dan perjanjian jual beli yang memuat nama kapal Balamara, tipe kapal, nomor lambung, serta identitas penjual dan pembeli," ujar Ikram saat dihubungi dari Kupang, Rabu (17/6).

Selain dokumen administratif, polisi juga menyita barang elektronik dan perlengkapan lain dari dalam kabin. Data dari perangkat GPS yang ditemukan kini tengah didalami untuk melacak rute perjalanan terakhir kapal sebelum akhirnya terdampar di perairan Indonesia.

Koordinasi dengan Polda NTT dan Otoritas Australia

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, menegaskan bahwa langkah pengamanan telah dilakukan agar kapal tidak hanyut terbawa arus. Saat ini, Balamara ditambatkan di lokasi penemuan dengan bantuan warga setempat.

Mengingat kapal menggunakan bendera Australia, Polres Rote Ndao akan berkoordinasi dengan Polda NTT dan instansi terkait. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui status hukum kapal serta kemungkinan adanya laporan kecelakaan laut atau kehilangan di perairan internasional.

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap dokumen dan barang yang ditemukan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan identitas kapal dan mengetahui kronologi mengapa kapal ini bisa terdampar tanpa awak di Rote Timur," tegas AKBP Mardiono.

Penjagaan Ketat di Lokasi untuk Antisipasi Klaim Kepemilikan

Hingga berita ini diturunkan, otoritas keamanan laut masih bersiaga di sekitar lokasi. Penjagaan dilakukan untuk mengamankan barang bukti dan mengantisipasi perkembangan lebih lanjut terkait pemilik sah kapal tersebut.

Temuan ini menjadi perhatian serius aparat karena letak geografis Rote Ndao yang berbatasan langsung dengan perairan Australia dan Samudra Hindia, menjadikannya titik rawan lalu lintas kapal asing tanpa izin.

Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks