Pencarian

PLN NTT Resmi Gunakan Sistem Proteksi Listrik Terpusat, Warga di Timor dan Flores Tak Perlu Khawatir Blackout

Sabtu, 06 Juni 2026 • 12:08:01 WIB
PLN NTT Resmi Gunakan Sistem Proteksi Listrik Terpusat, Warga di Timor dan Flores Tak Perlu Khawatir Blackout
PLN NTT resmi meluncurkan sistem proteksi listrik terpusat untuk meminimalkan risiko blackout di Timor dan Flores.

KUPANG — PLN memastikan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak lagi khawatir terhadap pemadaman listrik meluas atau blackout. Pasalnya, sistem keamanan jaringan kelistrikan di wilayah tersebut kini dipantau secara langsung dan terpadu dari satu pusat kendali.

Sebelumnya, setiap gardu induk memiliki sistem perlindungan sendiri yang disebut Underfrequency Relay (UFR). Sistem itu bekerja secara independen dan kurang responsif terhadap fluktuasi beban yang cepat. Kini, seluruh parameter frekuensi dipantau dari satu control center melalui jaringan serat optik berkecepatan tinggi.

Apa dampak langsung sistem baru ini bagi warga NTT?

Dengan sistem terpusat, setiap gangguan frekuensi rendah dapat segera dideteksi dan direspons secara presisi. Hal ini meminimalkan durasi kedip atau padam yang sering mengganggu aktivitas warga, seperti anak-anak belajar di malam hari, pelaku UMKM berjualan, hingga pelayanan di rumah sakit.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, mengatakan listrik kini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Ia menekankan digitalisasi ini adalah wujud komitmen PLN untuk memberikan rasa aman tanpa khawatir gangguan akibat fluktuasi beban.

“Kami ingin memastikan masyarakat NTT dapat menikmati listrik dengan rasa aman, tanpa perlu khawatir akan gangguan kedip atau padam akibat fluktuasi beban. Ini adalah wujud komitmen kami hadir menyinari dan membawa harapan baru bagi kemajuan daerah,” ujar Eko dalam keterangan resmi.

Bagaimana cara kerja sistem proteksi terpusat ini?

Manager PLN UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menjelaskan seluruh gardu induk di Pulau Timor dan Flores kini terintegrasi dalam satu sistem. Proses migrasi melibatkan pemasangan perangkat keras baru dan koneksi fiber optik yang menghubungkan setiap gardu ke pusat kendali.

“Sistem konvensional yang semula bekerja secara mandiri di setiap gardu induk kini digantikan oleh Underfrequency Protection Centralized. Di sini, seluruh parameter frekuensi dipantau secara terpadu dari control center,” jelas Andi.

Ia menambahkan, transformasi digital ini merupakan respons terhadap dinamika beban modern di NTT yang terus berkembang seiring interkoneksi jaringan yang makin luas.

Apakah sistem ini sudah beroperasi di seluruh NTT?

Proses migrasi dilakukan secara serentak di seluruh gardu induk yang tersebar di Pulau Timor dan Pulau Flores. PLN optimistis sistem baru ini mampu menyediakan energi listrik yang lebih andal, efisien, dan berkualitas tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta sektor pariwisata premium di NTT.

Melalui keberhasilan implementasi ini, PLN NTT berkomitmen terus memperkuat infrastruktur, melakukan pemeliharaan rutin terukur, dan mengawal digitalisasi jaringan demi pasokan listrik yang aman di bumi Flobamora.

Bagikan
Sumber: nttonlinenow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks