Pencarian

PLN Uji Jaringan Listrik 1,2 Km di Pedalaman Sumba Timur Sebelum Menyalakan Dusun V Laindeha

Selasa, 22 September 2026 • 15:31:01 WIB
PLN Uji Jaringan Listrik 1,2 Km di Pedalaman Sumba Timur Sebelum Menyalakan Dusun V Laindeha
Petugas PLN melakukan uji kelayakan jaringan tegangan rendah sepanjang 1,2 kilometer di Dusun V Desa Laindeha, Sumba Timur.

WAINGAPU — Jaringan tegangan rendah sepanjang 1,2 kilometer yang dibangun PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba menyasar Dusun V Desa Laindeha, sebuah kawasan pedalaman di Kecamatan Pandawai yang belum tersentuh layanan listrik. Commissioning test dilakukan untuk memastikan seluruh sistem jaringan yang dibangun benar-benar siap, andal, dan memenuhi aspek keselamatan kerja maupun lingkungan sebelum dialiri listrik.

Manajer PLN UP2K Sumba Utrecht Putra Tauna menyatakan pengujian itu bukan sekadar formalitas administratif. Setiap komponen jaringan harus melalui pemeriksaan dan pengujian sebelum dioperasikan.

"Commissioning test kami lakukan untuk memastikan seluruh sistem jaringan yang dibangun benar-benar siap, andal, dan memenuhi aspek keselamatan kerja maupun lingkungan," kata Utrecht.

Apa Itu Commissioning Test dan Mengapa Wajib Dilakukan?

Commissioning test adalah rangkaian uji kelayakan operasional yang dijalani sebuah jaringan listrik sebelum resmi dialiri arus. Tujuannya memverifikasi kesiapan teknis, mulai dari tiang, kabel, hingga perangkat pengaman, agar tidak menimbulkan risiko bagi warga yang akan menjadi pengguna.

Dalam konteks pembangunan JTR di Dusun V, uji ini menjadi penentu apakah jaringan layak disalurkan atau masih perlu perbaikan. PLN menempatkan aspek keselamatan kerja dan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari pengujian.

Utrecht menambahkan pembangunan jaringan sepanjang 1,2 kilometer tersebut diharapkan memperluas jangkauan layanan kelistrikan sekaligus meningkatkan rasio desa berlistrik di wilayah Sumba Timur.

Warga Dusun V: Listrik Bukan Sekadar Penerangan

Kepala Desa Laindeha Jhony Maramba Tana menyambut pembangunan jaringan listrik tersebut sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dusun V. Menurutnya, kehadiran listrik membuka peluang yang lebih luas dari sekadar penerangan malam hari.

"Kami sangat bersyukur atas pembangunan jaringan listrik ini. Bagi warga Dusun V, listrik bukan sekadar penerangan di malam hari, tetapi juga membuka peluang besar untuk memajukan usaha dan kegiatan sosial masyarakat," ujar Jhony.

Jhony berharap jaringan yang telah melalui tahapan uji kelayakan tersebut dapat segera dioperasikan. Warga Dusun V menantikan listrik untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan kegiatan ekonomi.

Target PLN: Jangkauan Listrik hingga Wilayah Pelosok NTT

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menyatakan PLN terus berupaya memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok. Jaringan di Dusun V Desa Laindeha menjadi salah satu titik yang dikejar untuk segera beroperasi.

"Kami terus berupaya memastikan infrastruktur kelistrikan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Harapan kami, jaringan di Dusun V Desa Laindeha ini dapat segera beroperasi dengan andal dan aman," kata Eko.

Eko menambahkan akses listrik diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat setelah jaringan tersebut resmi beroperasi. Bagi Sumba Timur, penambahan desa berlistrik menjadi bagian dari peta jalan pemerataan infrastruktur kelistrikan di Nusa Tenggara Timur.

Setelah commissioning test rampung dan seluruh komponen dinyatakan lolos, jaringan JTR 1,2 kilometer di Dusun V akan masuk tahap energize atau penyalaan. Warga Desa Laindeha tinggal menunggu jadwal resmi operasional dari PLN UP2K Sumba.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks