Pencarian

Ketua Komisi XII DPR Minta Pemerintah Jamin Pasokan Listrik, BBM, dan LPG 3 Kg di NTT Pascagempa

Minggu, 20 September 2026 • 05:31:02 WIB
Ketua Komisi XII DPR Minta Pemerintah Jamin Pasokan Listrik, BBM, dan LPG 3 Kg di NTT Pascagempa

MANGGARAI BARAT — Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng menilai pasokan listrik di Nusa Tenggara Timur secara umum masih mencukupi karena kapasitas suplai lebih besar dibanding kebutuhan. Meski begitu, gangguan jaringan akibat gempa perlu segera dituntaskan agar layanan kelistrikan kembali optimal. "Yang pasti, listrik di Provinsi NTT itu suplainya cukup. Jadi antara suplai dan kebutuhan masih ada lebih," ujar Mekeng kepada wartawan di Pelabuhan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (17/09/26).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) memulihkan jaringan listrik yang terdampak gempa. Menurutnya, kesinambungan pelayanan listrik menjadi bagian penting menjaga aktivitas warga selama proses pemulihan.

Pasokan Bahan Baku PLN Diminta Tetap Dijaga

Komisi XII DPR RI meminta kebutuhan operasional PLN, termasuk pasokan bahan baku, tetap tersedia. Hal itu dinilai penting untuk mencegah pemadaman yang bisa menimbulkan keresahan warga. "Kami minta suplai bahan baku untuk PLN harus tetap dijaga supaya jangan ada mati lampu dan membuat warga resah. Jangan sampai kondisi itu menimbulkan berita yang tidak benar," kata Mekeng.

Distribusi BBM dan LPG 3 Kilogram Jadi Sorotan

Selain listrik, Mekeng menyoroti ketersediaan bahan bakar minyak bagi warga di wilayah terdampak. Legislator daerah pemilihan NTT I itu meminta Pertamina menjaga kelancaran distribusi BBM, terutama karena masa pascagempa menjadi periode berat ketika warga mulai kembali beraktivitas dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

"Ketersediaan BBM untuk Pertamina kita minta juga tetap harus dijaga. Karena biasanya yang agak berat adalah pascagempa, ketika masyarakat baru mulai lagi tetapi belum memiliki kemampuan," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Mekeng juga meminta Pertamina beserta anak perusahaannya memastikan LPG subsidi 3 kilogram tersedia bagi warga NTT. Menurutnya, LPG ukuran 12 kilogram dinilai relatif mahal bagi sebagian masyarakat. "Di sini adanya yang besar-besar, 12 kilogram, mahal, rakyat tidak mampu. Harus disediakan gas melon 3 kilogram yang kecil-kecil supaya rakyat mampu membelinya," jelasnya.

Bantuan Diminta Berlanjut hingga Tahap Pemulihan

Mekeng menegaskan perhatian dan bantuan kepada warga terdampak gempa tidak boleh berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Ia mengingatkan kebutuhan masyarakat justru masih besar saat memasuki tahap pemulihan, termasuk bagi warga yang rumahnya rusak dan tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaikinya.

"Bantuan saat gempa akan tetap berjalan. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah pascagempa. Biasanya setelah selesai, orang tidak lagi memikirkan. Padahal masyarakat masih membutuhkan bantuan," ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan untuk pemulihan tempat tinggal perlu menjadi perhatian karena tidak semua warga terdampak mampu membeli material bangunan. "Rumah mereka rusak, mereka tidak punya kemampuan untuk bangun lagi. Beli semen, beli seng, dan segala macam itu tidak punya. Di situlah kita perlu bantuan," kata Mekeng.

Melchias berharap koordinasi antara pemerintah, PLN, Pertamina, serta BUMN terkait terus diperkuat untuk mempercepat proses pemulihan di NTT. Menurutnya, terjaminnya kebutuhan energi tidak hanya penting menjaga pelayanan dasar masyarakat, tetapi juga membantu warga kembali beraktivitas dan memulihkan kehidupan setelah bencana.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fraksigolkar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks