KUPANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pusat gempa berada di darat, 34 kilometer timur laut Ruteng, pada kedalaman 10 kilometer.
Getaran paling kuat dirasakan warga di tiga wilayah: Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo. Skala getaran tercatat pada Modified Mercalli Intensity (MMI) III hingga IV.
Apa Arti Skala MMI IV bagi Warga Ruteng?
Pada skala IV MMI, getaran dirasakan banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. BMKG menyebut getaran pada level itu bisa membuat gerabah pecah serta pintu dan jendela berderik.
Meski kekuatannya tergolong menengah, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kedalaman 10 kilometer menempatkannya sebagai gempa dangkal yang getarannya mudah terasa di permukaan.
12 Gempa Susulan Terdeteksi di Ruteng
Akun resmi BMKG di platform X mencatat sekitar 12 gempa susulan setelah guncangan utama. Jumlah itu bisa bertambah seiring pemantauan yang terus berjalan.
"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," demikian keterangan BMKG di laman resminya.
Warga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan. Jika berada di dalam rumah saat gempa susulan terjadi, segera keluar ke tempat terbuka.
Wilayah NTT Memang Rawan Gempa
Nusa Tenggara Timur berada di jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi itu membuat wilayah seperti Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo rutin merasakan getaran gempa.
Hingga keterangan BMKG diterbitkan, belum ada laporan resmi soal jumlah kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa magnitudo 5,3 tersebut.