NUSA TENGGARA TIMUR — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan kedatangan gelombang investasi besar dalam beberapa pekan ke depan. Realisasi investasi hingga Juni 2026 tercatat Rp1.019 triliun, sementara sepanjang tahun lalu menembus Rp1.931 triliun dan menciptakan 2,7 juta lapangan kerja.
Presiden Prabowo Subianto membuka sinyal masuknya investasi berskala besar ke Indonesia dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan dalam program yang tayang dan dikutip pada Sabtu (17/9/2026), tanpa merinci sektor maupun negara asal investor yang dimaksud.
"Dan ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," ujar Prabowo.
Realisasi Semester I 2026 Capai Rp1.019 Triliun
Hingga Juni 2026, realisasi investasi tercatat Rp1.019 triliun. Prabowo menilai angka itu menunjukkan aktivitas penanaman modal masih berjalan sejalan dengan target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagai pembanding, realisasi investasi tahun sebelumnya menembus Rp1.931 triliun. Nilai itu berkontribusi pada penciptaan 2,7 juta lapangan kerja, sedangkan sepanjang 2026 hingga kini telah tercipta sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Pemerintah belum memerinci berapa target investasi penuh tahun ini maupun komposisi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada periode Januari–Juni 2026.
Fundamental Ekonomi Jadi Alasan Investor Masuk
Prabowo menyebut sejumlah investor global telah menyatakan minat masuk ke pasar Indonesia. Menurut dia, keputusan itu bertumpu pada kondisi fundamental ekonomi yang dinilai kuat dan aman.
"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," tambahnya.
Indikator makroekonomi yang dipakai sebagai rujukan mencakup tingkat inflasi, rasio utang, dan defisit fiskal yang masih berada di bawah batas 3 persen. Inflasi Indonesia disebut berada di level 2,92 persen, lebih rendah dibandingkan Filipina sekitar 6 persen dan India 4,6 persen.
Proyeksi Ekonomi Terbesar Kelima Dunia pada 2050
Kepala Negara juga menyampaikan optimisme soal posisi Indonesia dalam peta ekonomi global jangka panjang. Ia menyebut keyakinan dunia bahwa Indonesia akan naik ke peringkat ekonomi keenam, kelima, hingga keempat dunia pada 2050.
"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujarnya.
"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," tukasnya.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor
Sinyal investasi besar biasanya dibaca pasar sebagai indikator permintaan domestik dan penciptaan lapangan kerja. Bagi pelaku usaha, kepastian sektor yang dibidik dan jadwal masuknya modal menjadi informasi yang ditunggu, terutama untuk sektor padat karya dan hilirisasi.
Bagi investor pasar modal, realisasi investasi yang sesuai target APBN menjadi salah satu penopang ekspektasi pertumbuhan emiten berbasis konsumsi dan infrastruktur. Namun pernyataan Prabowo belum menyertakan rincian nilai, sektor, maupun nama investor, sehingga arah dampaknya ke sektor tertentu masih menunggu pengumuman resmi.
Pemerintah mematok target investasi dalam kerangka APBN 2026. Capaian semester pertama yang sudah menembus Rp1.019 triliun menjadi basis penilaian apakah target tahunan bisa dikejar pada paruh kedua.