NUSA TENGGARA TIMUR — Stigma Toyota Camry sebagai mobil "kulkas beroda" perlahan terkikis. Dalam sebuah diskusi daring yang melibatkan ratusan pemilik dan pengguna, generasi terbaru Camry, khususnya varian hybrid, justru mendapat pembelaan dari mereka yang sebelumnya paling vokal mengkritik model ini. Mereka mengaku "benci untuk suka" pada sedan yang kerap diasosiasikan dengan pengemudi lamban dan mobil dinas pemerintah itu.
Fenomena ini menarik karena mayoritas responden mengaku tumbuh di lingkungan yang menganggap Toyota dan Honda sebagai mobil "default" — andalan, tapi membosankan. Namun setelah mencoba Camry hybrid dalam pemakaian harian dan perjalanan jauh, opini mereka berubah drastis.
Akselerasi Camry Hybrid Lebih Responsif dari G80 M3?
Salah satu pengguna yang sebelumnya memiliki Genesis G70 bermesin turbo 4 silinder mengaku terkejut dengan performa Camry hybrid. Menurutnya, akselerasi dunia nyata Camry terasa lebih kuat dari mobil sportnya, dan bahkan steering feel-nya dinilai lebih baik dari BMW M3 generasi G80. Ia juga memuji kenyamanan jok dan kualitas berkendara yang "empuk tapi tetap terkontrol".
Pengalaman serupa diungkapkan pengguna lain yang dua kali mendapatkan Camry hybrid sebagai mobil sewaan. Ia mengaku sempat meragukan kemampuan transmisi e-CVT yang dianggapnya hanya mampu mengubah bensin menjadi kebisingan. Ekspektasinya salah besar — akselerasi di jalan tol dan lalu lintas perkotaan terasa lincah, jauh dari kesan lesu yang melekat pada mobil hybrid generasi awal.
Konsumsi BBM di Atas 50 mpg untuk Perjalanan Jauh
Efisiensi menjadi nilai jual utama. Seorang responden yang meminjam Prius untuk perjalanan 2.900 km pulang-pergi di musim dingin mencatat konsumsi bahan bakar tembus 50 mpg atau sekitar 21 km/liter. Mobil tersebut juga dinilai stabil di salju dan es, serta membuat pengemudinya tidak merasa lelah setelah 15 jam perjalanan nonstop.
Bagi keluarga kelas menengah dengan dua anak dan cicilan rumah, Camry hybrid dianggap sebagai keputusan finansial paling logis. Biaya perawatan rendah, nilai jual kembali tinggi, dan keandalan yang sudah teruji sejak pertengahan 1980-an — orang tua dari salah satu responden tercatat sudah membeli lima unit Camry hingga saat ini.
Desain dan Teknologi Jadi Catatan, Tapi Bukan Penghalang
Meski performa dan efisiensi dipuji, beberapa pengguna masih menyayangkan desain generasi sebelumnya yang dianggap kurang menarik. Namun untuk model terbaru, garis bodi yang lebih tajam dan bersih dinilai cukup untuk membuat pemiliknya tidak malu memarkirkan mobil di depan umum. Sistem infotainment memang belum sempurna, tetapi kekurangan itu tidak cukup berarti untuk mengurangi nilai keseluruhan mobil.
Menariknya, pengalaman positif dengan e-CVT Toyota ini membuat sebagian responden mulai melirik Honda Accord hybrid sebagai pembanding. Mereka penasaran apakah sistem hybrid berbeda yang digunakan Honda bisa memberikan sensasi serupa. Namun satu hal yang pasti: persepsi bahwa sedan hybrid Jepang hanya untuk mereka yang menyerah pada hidup, perlahan mulai berubah.