NUSA TENGGARA TIMUR — Gempa yang mengguncang NTT tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memutus akses logistik vital. Iriawan mengungkapkan, dalam waktu kurang dari dua hari sejak jalur darat Ruteng–Labuan Bajo tidak bisa dilalui truk tangki, Pertamina bergerak cepat mengirimkan kapal feri bermuatan 11 truk tangki BBM.
"Alhamdulillah, itu penolong yang luar biasa sehingga sampai sekarang tidak ada kelangkaan di sini," ujar Iriawan di hadapan awak media, didampingi Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita dan jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Langkah ini dinilai krusial karena wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, hingga Ruteng masuk kategori terdampak parah. Dengan adanya pasokan alternatif lewat laut, aktivitas masyarakat dan layanan darurat di daerah tersebut tetap berjalan.
Permintaan Minyak Tanah Naik, Pertamina Minta Tambahan Kuota
Di tengah upaya memulihkan distribusi, Pertamina mendeteksi lonjakan permintaan minyak tanah di wilayah terdampak. Iriawan menyebut pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menambah kuota, menyusul permintaan langsung dari Gubernur NTT beberapa jam sebelum kunjungan berlangsung.
Selain minyak tanah, stok BBM jenis lain di sejumlah titik dilaporkan aman. Hasil rapat virtual dengan tim di Reo, Ende, Bima, dan Maumere menunjukkan mayoritas pasokan berada di atas ambang batas normal. Cadangan diperkirakan bertahan sekitar 11 hari sebelum pengiriman berikutnya tiba.
"Khusus untuk Reo, memang daerah paling hancur untuk aset kami. Tapi Alhamdulillah anak-anak tetap semangat di sana," kata Iriawan, merujuk pada kerusakan fasilitas Pertamina di kawasan tersebut.
Solidaritas Satu Pertamina dan Apresiasi untuk Pekerja Lapangan
Iriawan menyebut para pekerja lapangan sebagai "pahlawan" dalam menjaga distribusi energi di tengah bencana. Ia mengapresiasi inisiatif cepat jajarannya, termasuk kru kapal yang membawa pasokan BBM dengan selamat dari Bima hingga Labuan Bajo dan Ruteng.
"Saya hadir ingin bertemu dengan para pahlawan saya. Ini para pahlawan yang sebagian kecil ada di sini, sisanya ada di lapangan," tuturnya.
Komitmen "Satu Pertamina" disebutnya tercermin dari solidaritas antarwilayah dalam mendukung mitigasi bencana. Akses jalur darat dari Reo yang sempat terputus kini sudah bisa dilalui kembali, mempermudah proses pengiriman berikutnya.
Pertamina memastikan kesiapan operasional selama 24 jam penuh untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat NTT. Iriawan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada korban gempa, termasuk warga yang kehilangan tempat tinggal maupun keluarga yang ditinggalkan.