Pencarian

TKDN Motor Listrik Nasional Bakal Digenjot ke 60%, Len Industri Siapkan Ekosistem Senilai Rp150 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 • 11:31:01 WIB
TKDN Motor Listrik Nasional Bakal Digenjot ke 60%, Len Industri Siapkan Ekosistem Senilai Rp150 Triliun
PT Len Industri menyiapkan ekosistem motor listrik nasional senilai Rp150 triliun untuk periode 2026-2031.

NUSA TENGGARA TIMUR — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor teknologi dan industri, PT Len Industri, tengah memainkan peran kunci dalam pengembangan ekosistem motor listrik nasional. Inisiatif ini bukan sekadar mengejar tren kendaraan ramah lingkungan, melainkan juga dirancang untuk memperkuat struktur industri dalam negeri dari hulu ke hilir.

Ambisi tersebut tertuang dalam dokumen pengembangan ekosistem Molinas yang saat ini tengah digodok. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas produksi dan secara agresif memperbesar porsi penggunaan komponen buatan dalam negeri. Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk motor listrik tercatat berada di kisaran 40 persen.

Target Produksi dan Proyeksi Pasar yang Ambisius

Pemerintah mematok target produksi motor listrik pada 2026 mencapai 75.000 unit. Angka ini hanyalah langkah awal dari proyeksi permintaan yang jauh lebih besar, yakni sekitar 1,5 juta unit pada 2028. Artinya, industri dalam negeri harus siap mengejar lonjakan permintaan yang hampir dua puluh kali lipat dalam kurun waktu dua tahun setelah target produksi pertama tercapai.

Jika ekosistem ini berjalan sesuai rencana pada periode 2026-2031, dampak ekonominya diproyeksikan mencapai Rp150 triliun. Tak hanya itu, program ini diperkirakan akan menyerap sekitar 215.000 tenaga kerja baru yang tersebar di berbagai sektor penunjang, mulai dari pabrikan OEM (Original Equipment Manufacturer), industri komponen, manufaktur baterai, pembangunan infrastruktur pengisian daya, hingga jasa pendukung lainnya.

Segmen Pasar yang Dibidik: dari Ojek Online hingga UMKM

Pengembangan ekosistem ini tidak menyasar satu kelompok konsumen saja. Segmentasi pasarnya terbilang luas dan terukur. Target utama meliputi lembaga pemerintah dan BUMN yang kerap menggunakan kendaraan dinas operasional, para pengemudi ojek online yang membutuhkan biaya operasional rendah, konsumen di pedesaan yang mengandalkan motor sebagai alat transportasi utama, komuter perkotaan yang mencari efisiensi, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan armada distribusi barang.

Dengan cakupan segmen yang beragam ini, Len Industri berharap adopsi motor listrik tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merata hingga ke pelosok. Keberhasilan program ini akan menjadi barometer kesiapan Indonesia dalam transisi energi di sektor transportasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan impor komponen.

Langkah BUMN ini menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku industri bahwa pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia memiliki peta jalan yang jelas. Dengan kepastian target TKDN dan proyeksi pasar yang realistis, rantai pasok komponen lokal diharapkan semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar domestik yang terus bertumbuh.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks