Pencarian

Danamon: Arus Modal Asing di Obligasi Lebih Tekan Rupiah daripada Saham

Jumat, 06 November 2026 • 08:06:01 WIB
Danamon: Arus Modal Asing di Obligasi Lebih Tekan Rupiah daripada Saham
Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz menyampaikan estimasi dampak arus modal asing terhadap rupiah dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia di Sabang, Aceh.

NUSA TENGGARA TIMUR — Setiap arus keluar dana asing USD100 juta dari pasar saham diperkirakan hanya melemahkan rupiah sekitar Rp11-Rp12 per dolar AS. Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz menilai pasar obligasi justru lebih menentukan pergerakan nilai tukar, meski premi risiko Indonesia meningkat pada akhir Oktober 2026.

Penilaian itu disampaikan Faiz dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia Semester II-2026 di Sabang, Aceh, Kamis (5/11/2026). Ia menyoroti perbedaan sensitivitas rupiah terhadap dua pasar keuangan tersebut.

Menurut Faiz, pergerakan nilai tukar masih terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Volatilitas rupiah cenderung menurun ke level 4% pada akhir Oktober 2026, kendati premi risiko Indonesia naik.

CDS Lima Tahun Naik ke 105 Basis Poin

Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun meningkat menjadi 105 basis poin pada akhir Oktober 2026. Kenaikan premi risiko itu belum diikuti peningkatan volatilitas rupiah secara signifikan.

"Kenaikan premi risiko ini belum diikuti peningkatan volatilitas rupiah secara signifikan," kata Faiz dalam forum tersebut.

Bagi pelaku pasar, indikator yang perlu dicermati bukan hanya aliran dana di bursa saham. Faiz menempatkan arus modal di pasar obligasi sebagai faktor yang lebih sensitif terhadap pergerakan rupiah.

Dampak ke Investor dan Pelaku Bisnis

Estimasi Rp11-Rp12 per dolar AS untuk setiap USD100 juta outflow saham memberi gambaran besaran tekanan. Namun pasar obligasi dinilai memiliki pengaruh lebih besar terhadap nilai tukar.

Implikasinya, pemantauan arus dana asing di Surat Berharga Negara (SBN) menjadi penting bagi investor yang memegang aset berdenominasi dolar. Pelaku bisnis dengan kebutuhan impor juga perlu memperhatikan dinamika ini dalam perencanaan valas.

Pernyataan Faiz disampaikan di tengah ketidakpastian global yang meningkat. Meski begitu, ia menilai volatilitas rupiah masih terkendali pada level 4%.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks