NUSA TENGGARA TIMUR — Toyota Hilux telah dijual di lebih dari 190 negara dan menjadi kendaraan terlaris di Australia selama satu dekade terakhir. Pikap ladder-frame ini dikenal karena ketangguhannya, bahkan setelah dibakar dan ditenggelamkan dalam air laut di acara Top Gear. Namun hingga kini Hilux tetap tidak dijual di Amerika Serikat.
Toyota Hilux menempati posisi unik dalam jajaran kendaraan Toyota: hampir tidak dikenal di pasar Amerika Serikat, tetapi punya reputasi besar di hampir seluruh belahan dunia lain. Popularitas Hilux tidak lepas dari sederet uji ketahanan yang ditayangkan program Top Gear, termasuk membakar unit dan menenggelamkannya di air laut. Setelah semua perlakuan itu, pikap tersebut masih bisa menyala hanya dengan perkakas dasar dan sedikit penanganan mekanik.
Uji Ketahanan Top Gear dan Ekspedisi Ekstrem
Selain dibakar dan direndam, Hilux juga tercatat dipakai dalam ekspedisi ke Kutub Utara yang melibatkan Jeremy Clarkson dan James May. Unit yang sama kemudian dipakai kru kamera selama proses syuting Polar Special. James May bahkan mengendarai Hilux untuk menaklukkan lereng gunung berapi aktif.
Berbagai aksi tersebut memperkuat citra Hilux sebagai pikap yang sulit dibuat mati. Reputasi ini kemudian melekat erat pada nama Hilux di kalangan penggemar otomotif global.
Jejak di Medan Perang dan Pasar Australia
Di luar layar televisi, Hilux punya catatan pemakaian di medan konflik. Dalam Perang Toyota yang berlangsung di gurun Sahara pada pertengahan 1980-an, Chad mengerahkan sejumlah pikap Hilux untuk menghadapi Libya.
Pasar Australia menjadi bukti lain betapa kuatnya posisi Hilux. Dalam sekitar satu dekade terakhir, Toyota berhasil menjual lebih dari setengah juta unit Hilux di negara tersebut. Angka itu menjadikannya kendaraan terlaris di Australia pada periode yang sama.
Konstruksi ladder-frame yang kokoh, tingkat kesederhanaan komponen, dan kemudahan perbaikan disebut sebagai faktor utama yang membuat Hilux bertahan di berbagai kondisi medan.
Alasan Hilux Tidak Masuk Amerika Serikat
Toyota menjual Hilux di lebih dari 190 negara dan wilayah. Sebagai perbandingan, jumlah negara di dunia berkisar antara 193 hingga 237 tergantung bagaimana wilayah sengketa dihitung. Meski cakupannya hampir merata global, Amerika Serikat tetap menjadi salah satu negara yang tidak menerima Hilux.
Pikap ini sebenarnya pernah hadir di pasar Amerika dengan nama Toyota Truck. Penjualannya dihentikan pada 1995 untuk memberi jalan bagi Toyota Tacoma. Menurut Toyota, Tacoma yang berukuran sedikit lebih besar dan menawarkan pilihan powertrain berbeda dianggap lebih sesuai dengan selera konsumen Amerika.
Faktor lain adalah Chicken Tax, tarif 25 persen untuk pikap ringan yang diimpor ke Amerika Serikat. Jika Toyota ingin membawa Hilux generasi kesembilan ke sana, perusahaan harus menanggung tarif tersebut atau membangunnya secara lokal di Amerika, Meksiko, atau Kanada agar mendapat perlakuan tarif preferensial.
Saat ini Hilux sudah diproduksi di sejumlah negara, termasuk Argentina, Venezuela, India, Pakistan, dan Thailand, ditambah lima lokasi lain di Asia dan Afrika.
Peluang Pikap Compact Baru untuk Pasar AS
Toyota dilaporkan tengah mengembangkan pikap compact berbasis Corolla. Menurut Car and Driver, model tersebut kemungkinan diberi nama Stout atau Corolla Pickup. Detail teknisnya masih minim, tetapi peluang pikap itu mengisi segmen compact di Amerika dinilai lebih besar dibandingkan kemungkinan masuknya Hilux ke pasar tersebut.