TOIANAS — Turnamen bola voli Noebokong Cup III resmi bergulir setelah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Timor Tengah Selatan Wilgo Nenometa membuka acara di lapangan SD Negeri Bongkoa. Sebanyak 27 klub terdaftar sebagai peserta dan diminta menjunjung sportivitas serta semangat persaudaraan sepanjang pertandingan.
Pembukaan berlangsung meriah. Warga, tokoh adat, pemuda, dan pecinta bola voli memadati lokasi. Rombongan Kadispora TTS disambut lewat natoni adat, tarian merongeng oleh para pemuda, dan tarian bisu yang dibawakan siswa-siswi SD Negeri Bongkoa.
Dua Sasaran Sekaligus: Atlet Muda dan Ekonomi Warga
Dispora TTS menempatkan turnamen ini bukan sekadar kompetisi rutin. Ajang tersebut dipakai sebagai jalur penjaringan bibit atlet berbakat dari kampung-kampung di Kecamatan Toianas dan sekitarnya.
Di sisi lain, gelaran turnamen diyakini menggerakkan perekonomian masyarakat. Keramaian penonton dan peserta membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lapangan untuk berjualan.
Kadispora TTS Wilgo Nenometa menyebut turnamen ini menjadi wadah pencarian bibit atlet berbakat sekaligus peluang menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM.
Dukungan DPRD TTS dari Dapil III
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD TTS Daerah Pemilihan III, Petrus G. Nenometa, S.Sos., dari Partai NasDem. Kehadiran dukungan legislatif menambah bobot penyelenggaraan turnamen di wilayah Kecamatan Toianas.
Noebokong Cup III Tahun 2026 mempertemukan 27 klub dalam pertandingan bola voli yang berlangsung di lapangan SD Negeri Bongkoa, Desa Santian. Panitia menekankan sportivitas sebagai aturan main utama sepanjang kompetisi.
Voli sebagai Cabang Andalan Kampung
Bola voli memang tumbuh sebagai olahraga rakyat di banyak kampung Nusa Tenggara Timur. Lapangan sederhana di halaman sekolah kerap jadi pusat kegiatan pemuda selepas sore.
Turnamen seperti Noebokong Cup memberi panggung rutin bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan di depan penonton kampung sendiri. Dari ajang semacam ini, Dispora TTS berharap muncul nama-nama yang bisa dibina ke level kabupaten hingga provinsi.
Penyelenggara belum merinci jadwal pertandingan hingga babak final. Yang jelas, 27 klub peserta sudah menyatakan kesiapan berlaga dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.