Pencarian

Kaca Film Iceberg Asal Indonesia Mulai Dijual di India, Harga Mulai Rp 4 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 • 13:04:01 WIB
Kaca Film Iceberg Asal Indonesia Mulai Dijual di India, Harga Mulai Rp 4 Juta
Kaca film Iceberg resmi memasuki pasar India melalui kerja sama dengan dealer lokal.

NUSA TENGGARA TIMUR — Merek kaca film Iceberg with Night Vision Technology resmi masuk pasar India melalui kerja sama dengan dealer lokal, menjadi ekspansi distribusi internasional pertama PT Agni Manggala Nusa. Sebelumnya merek asal Amerika Serikat ini dipasarkan di Indonesia sejak 2012 dan mengklaim punya lebih dari 100 dealer resmi dari Aceh hingga Papua.

Perusahaan menargetkan pasar India sebagai titik awal memperluas jaringan distribusi ke luar negeri. Langkah tersebut diumumkan lewat keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Jumat (23/10).

"Setelah lebih dari satu dekade membangun kepercayaan konsumen di Indonesia, kami melihat peluang untuk membawa Iceberg ke pasar yang lebih luas. Kehadiran kami di India menjadi langkah awal dalam memperkuat jaringan distribusi internasional," ujar Marketing Manager Iceberg with Night Vision Technology, Reza.

Banderol Mulai Rp 4 Juta untuk Mobil Kecil

Di Indonesia, produk ini diposisikan di kelas premium. Harga kaca film Iceberg dimulai dari Rp 4 juta untuk kendaraan berukuran kecil di area Jabodetabek.

Nominal tersebut menyesuaikan ukuran kendaraan dan lokasi pemasangan. Perusahaan belum merinci berapa harga jual di India.

Klaim Night Vision Technology dan Perlindungan Panas

Teknologi Night Vision dikembangkan untuk menjawab kekhawatiran bahwa kaca film gelap mengganggu pandangan, terutama malam hari atau di area minim cahaya. Pada siang hari, kaca film ini diklaim meredam silau dan panas matahari sekaligus menjaga privasi kabin.

Perusahaan mengeklaim setiap varian mampu menolak panas inframerah (IRR) hingga 99 persen, sinar ultraviolet (UVR) hingga 99 persen, dan total energi matahari (TSER) hingga 83 persen. Angka IRR dan TSER tidak bisa disandingkan langsung karena mengukur hal berbeda. Perusahaan tidak menyebutkan lembaga penguji maupun metode pengujiannya.

Seluruh varian disebut memakai material 100 persen nano carbon. Berbeda dengan kaca film berbahan logam, material ini diklaim tidak mengganggu sinyal ponsel, GPS, radio, hingga kartu tol elektronik. Nano carbon juga diklaim membuat warna lebih stabil dan tidak memantul seperti cermin.

Lima Tingkat Kegelapan, dari Iceberg 20 sampai 90

Teknologi tersebut diterapkan pada seluruh lini yang hadir dalam lima tingkat kegelapan:

  • Iceberg 20 — warna Glacier Blue, varian paling terang untuk pemilik kendaraan yang ingin kabin tetap terang
  • Iceberg 40 — Emerald Black, untuk kaca depan, samping, dan belakang
  • Iceberg 60 — Emerald Black, untuk kaca depan, samping, dan belakang
  • Iceberg 80 — Emerald Black, khusus kaca samping dan belakang
  • Iceberg 90 — Midnight Black, varian tergelap dan terbaru, khusus kaca samping dan belakang

Varian 90 ditujukan bagi pengendara yang mengutamakan privasi dan perlindungan panas maksimal. "Kami ingin membuktikan bahwa kaca film gelap tidak harus mengorbankan keselamatan, kenyamanan dan keamanan berkendara di malam hari," kata Reza.

Imbauan soal Pemain Baru dengan Nama Mirip

Di dalam negeri, Iceberg menyoroti kemunculan pemain baru dengan nama, logo, maupun istilah yang dinilai menyerupai mereknya. Kondisi itu dinilai berpotensi membingungkan konsumen.

Perusahaan mengklaim istilah Night Vision Technology telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dengan nomor pendaftaran IDM000918527. Konsumen diimbau membeli dan memasang produk hanya melalui dealer resmi.

"Night Vision Technology sudah terdaftar secara resmi milik Iceberg. Kami ingin konsumen mendapatkan produk asli dengan kualitas dan layanan yang semestinya, bukan sekadar nama yang mirip," ucap Reza.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks