Pencarian

MOPU Lapangan Duyung Lolos Selat Hormuz, Tiba di Batam Minggu Ini

Jumat, 16 Oktober 2026 • 10:35:01 WIB
MOPU Lapangan Duyung Lolos Selat Hormuz, Tiba di Batam Minggu Ini
MOPU proyek Lapangan Duyung melintasi Selat Hormuz dan dijadwalkan tiba di Batam pada Minggu.

NUSA TENGGARA TIMUR — Kapal Mobile Offshore Production Unit (MOPU) untuk proyek Lapangan Duyung di Wilayah Kerja Mako berhasil melewati Selat Hormuz dan dijadwalkan tiba di Batam pada Minggu. Kedatangan fasilitas produksi lepas pantai ini menandai tahapan krusial pengembangan Lapangan Duyung yang dikelola West Natuna Exploration Limited (WNEL). Setelah tiba, proyek akan berlanjut ke seremoni pemotongan baja pertama pada 2 November mendatang.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa kelancaran pelayaran MOPU dari Selat Hormuz menuju Batam menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung pengembangan Lapangan Duyung di perairan Natuna. Ia mengungkapkan hal tersebut dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (16/10).

"Alhamdulillah, MOPU untuk proyek pengembangan Lapangan Duyung telah berhasil melewati Selat Hormuz dan dijadwalkan tiba di Batam pada hari Minggu," ujar Djoko.

Seremoni First Cutting 2 November

Setibanya di Batam, proyek pengembangan Lapangan Duyung akan memasuki tahapan berikutnya. Djoko menyebut pada 2 November mendatang dijadwalkan berlangsung seremoni first cutting atau pemotongan baja pertama untuk pembangunan platform lepas pantai di Natuna.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan pengembangan fasilitas produksi migas di WK Mako yang dikelola WNEL. Pembangunan platform lepas pantai dan kedatangan MOPU merupakan bagian penting dari rangkaian pekerjaan pengembangan Lapangan Duyung.

Peran WNEL dan Posisi WK Mako

West Natuna Exploration Limited berperan sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola WK Mako. Lapangan Duyung berada di perairan Natuna, Kepulauan Riau, dan menjadi salah satu proyek hulu migas yang dipantau langsung oleh SKK Migas.

Kelancaran tahapan kedatangan MOPU dan pembangunan platform diharapkan mendukung kemajuan proyek hingga memasuki tahap operasi produksi. Fasilitas MOPU sendiri berfungsi sebagai unit produksi lepas pantai yang memproses dan menyalurkan hasil migas dari sumur bawah laut.

Dorongan Percepatan Proyek Hulu Migas

SKK Migas terus mendorong percepatan pelaksanaan proyek-proyek hulu migas untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. Proyek Lapangan Duyung masuk dalam daftar proyek strategis yang diharapkan berkontribusi terhadap target produksi nasional.

Bagi industri penunjang migas di Batam dan Natuna, rangkaian pekerjaan ini membuka peluang kerja sama fabrikasi, logistik, dan jasa kelautan. Sejumlah perusahaan lokal yang terlibat dalam pembangunan platform lepas pantai akan merasakan dampak langsung dari tahapan first cutting yang tinggal menghitung hari.

Keberhasilan MOPU melewati Selat Hormuz sekaligus menunjukkan kelancaran rantai pasok peralatan migas dari kawasan Timur Tengah menuju Indonesia. Jalur pelayaran tersebut dikenal sebagai salah satu titik transit tersibuk bagi kapal-kapal industri energi dunia.

Dengan jadwal kedatangan yang sudah di depan mata, perhatian kini beralih ke kesiapan fasilitas di Batam dan Natuna untuk menyambut tahapan berikutnya. Proyek Lapangan Duyung menjadi ujian bagi koordinasi antara SKK Migas, WNEL, dan para mitra pelaksana di lapangan.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks