WAINGAPU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 01.06.02 WIB atau 02.06.02 WITA. Getaran dirasakan cukup kuat di permukiman warga meski magnitudonya tergolong menengah.
Warga Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Yovy, termasuk yang terbangun malam itu. Ia mendengar suara atap rumahnya bergetar dan merasakan tempat tidurnya seperti digoyang.
"Lagi nyenyak tidur sebenarnya, kaget karena dengar atap bergetar dan tempat tidur seperti digoyang. Bangun dan teriak panggil Bapak dan Mama untuk juga bangun. Untung tidak lama guncangannya," ujar Yovy.
Pusat Gempa di Laut, 39 Kilometer dari Waingapu
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada di laut, sekitar 39 kilometer di utara Waingapu. Kedalaman hiposenternya tercatat 59 kilometer.
Kombinasi magnitudo 4,7 dan kedalaman 59 kilometer membuat guncangan terasa di permukaan, terutama di kawasan pesisir utara Sumba Timur. Wilayah Waingapu dan sekitarnya menjadi area yang paling merasakan dampak getaran.
Mengapa Gempa Dini Hari Lebih Mengagetkan Warga
Waktu kejadian menjadi faktor yang memperkuat reaksi warga. Gempa datang saat sebagian besar orang berada dalam tidur lelap, sehingga getaran kecil sekalipun terasa lebih mengejutkan.
Suara benda bergetar di dalam rumah, seperti atap dan perabot, sering menjadi tanda pertama yang disadari warga sebelum mereka merasakan goyangan. Pola itu yang dialami Yovy dan sejumlah tetangganya di Kambera.
Hingga informasi ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban akibat gempa tersebut. BMKG juga tidak menyebut potensi tsunami dari peristiwa ini.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Pantau Informasi Resmi
Sumba Timur berada di kawasan yang kerap dilintasi aktivitas gempa tektonik. Karena itu, warga diimbau tidak panik dan mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi BMKG.
Langkah sederhana seperti memastikan jalur evakuasi di rumah tetap terbuka dan menyimpan nomor darurat tetap relevan bagi warga di daerah rawan gempa. Informasi susulan soal gempa biasanya dirilis BMKG melalui situs dan akun resminya.