NUSA TENGGARA TIMUR — Sumber Hidangan di Jalan Braga, Kota Bandung, sudah berjualan roti gaya Eropa sejak 1929 dan masih memakai etalase kaca buram serta menu tulisan tangan berbahasa Belanda. Toko ini satu dari tujuh bakery legendaris yang bisa jadi tujuan wisata kuliner sejarah di Bandung, dengan harga menu mulai Rp 4.000 hingga Rp 500.000 tergantung jenis kue. Sebagian besar buka pagi dan tutup sore, jadi datang lebih awal supaya tidak kehabisan roti favorit.
Rasa penasaran soal roti Belanda zaman kolonial tidak perlu jauh-jauh ke Eropa. Di Kota Bandung, sejumlah toko roti yang berdiri sejak 1929 hingga 1950-an masih beroperasi dengan resep dan interior aslinya. Sebagian bahkan mempertahankan kemasan motif klasik serta timbangan antik di meja kasir.
Ketujuh tempat ini tersebar di kawasan Braga, Otto Iskandardinata, Gempol, Bawean, hingga Astana Anyar. Semuanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dalam satu hari jika rutenya disusun rapi.
1. Sumber Hidangan: Roti Belanda Sejak 1929
Bangunan di Jalan Braga No. 20-22, Kecamatan Sumur Bandung, ini awalnya bernama Het Snoephuis dan dulu berfungsi sebagai restoran bergaya Eropa. Interior vintage-nya masih terjaga: etalase kaca buram, timbangan antik, dan daftar menu tulisan tangan berbahasa Belanda.
Menu yang bisa dicoba antara lain bokkepoot, tompoes, ananastaart, crescente atau croissant klasik, ontbijtkoek, dan es krim buatan sendiri. Harga menunya berkisar Rp 10.000-Rp 40.000.
Sumber Hidangan buka pukul 09.30-15.30 WIB. Datang lebih awal karena beberapa produk cepat habis.
2. Toko Roti Sidodadi: Roti Padat Sejak 1954
Berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata No. 255, Sidodadi didirikan Hiendrawan Kosasih dan awalnya memproduksi kue tradisional seperti carabikang. Memasuki dekade 1960-an, produksinya bergeser ke roti rumahan.
Ciri khasnya ada pada tekstur roti yang padat dan mengenyangkan, plus kemasan motif klasik yang memperkuat kesan jadul. Pilihannya meliputi roti horn atau roti tanduk isi cokelat dan vanila, roti Fransch isi cokelat atau keju, roti baso sapi atau ayam, serta roti jagung.
Harga mulai Rp 4.000 sampai Rp 24.000. Toko buka pukul 10.30-18.00 WIB.
3. Warung Kopi Purnama: Roti Bakar Selai Srikaya
Kedai di Jalan Alkateri No. 22, Braga, ini berdiri sejak 1930 dengan nama awal Tjhiang Shong She yang berarti "Silakan Mencoba!". Namanya berubah menjadi Warung Kopi Purnama pada dekade 1960-an.
Bangunan bergaya Indische-pecinan, meja kursi kayu, dan foto Bandung tempo dulu di dinding membuat suasana klasiknya masih terasa. Untuk roti, tersedia roti bakar atau kukus dengan selai srikaya buatan sendiri, ditemani kopi susu klasik dan nasi goreng kampung.
Harga menu berkisar Rp 15.000-Rp 45.000. Buka setiap hari pukul 06.30-21.00 WIB.
4. Roti Gempol: Roti Tawar Tebal Buatan Sendiri
Toko di Jalan Gempol Wetan No. 14, Citarum, ini terkenal dengan roti tawarnya yang dibuat sendiri. Meski identik dengan Bandung, usahanya bermula di Salatiga, Jawa Tengah, pada 1958 dengan nama Homemade Bakery, lalu dibawa ke Bandung sekitar 1991 oleh generasi kedua.
Roti tawarnya tebal tetapi tetap lembut setelah dibakar. Pilih roti putih atau gandum dengan isian gurih maupun manis.
Harga berkisar Rp 17.000-Rp 65.000 tergantung ukuran dan porsi. Buka pukul 07.00-21.00 WIB.
5. Bawean Bakery: Kue dan Pastry Bergaya Eropa
Bawean Bakery beroperasi sejak 1946 dan menjadi salah satu toko roti klasik yang bertahan di Bandung. Lokasi utamanya di Jalan Bawean No. 4, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, dengan cabang di Jalan LLRE Martadinata No. 138-140.
Usaha ini awalnya bernama Sweetheart di Jalan Sumatera. Pada 1974 tokonya pindah ke Jalan Bawean, dan nama Bawean Bakery mulai dipakai pada 1995.
Menu populernya nougat roll cake, mocca taart, rhum ball, picnic roll, dan es krim gelato. Harga kue kecil mulai sekitar Rp 25.000, sedangkan kue tart utuh Rp 200.000-Rp 500.000-an. Buka pukul 07.00-20.00 WIB.
6. Djie Seng: Dari Sepeda Keliling ke Toko Tetap
Djie Seng mulai dirintis pada 1950-an sebagai produksi rumahan, dengan roti yang dijajakan berkeliling memakai sepeda. Toko utamanya kini di Jalan Astana Anyar No. 13, Cibadak, ditambah cabang di Jalan Rajawali Timur, Terusan Pasirkoja, dan Kopo.
Tempat penjualan tetap baru dimiliki pada 1974, sehingga pelanggan bisa datang langsung membeli roti. Menu populernya antara lain roti kadet atau roti tawar belah, roti kasino, dan roti manis isi cokelat atau kacang.
Tips Menyusun Rute Wisata Roti
Bagi yang ingin menyambangi beberapa toko dalam sehari, mulai dari kawasan Braga karena Sumber Hidangan dan Warung Kopi Purnama tutup paling sore. Setelah itu lanjut ke Otto Iskandardinata, Gempol, lalu Bawean dan Astana Anyar.
Bawa tas belanja sendiri dan siapkan uang tunai. Beberapa toko legendaris belum tentu menerima pembayaran nontunai, dan informasi terkini soal jam buka sebaiknya dikonfirmasi lewat kanal resmi masing-masing toko.
Durasi ideal untuk menyusuri ketujuh toko ini sekitar satu hari penuh, dengan jeda istirahat di kawasan Braga. Selain berburu roti, perjalanan ini jadi cara mengenal sejarah kuliner Bandung dari masa ke masa.