KUPANG — Sebanyak 75 kelompok dosen dari Universitas Nusa Cendana (Undana) disiapkan untuk program pengabdian masyarakat di 42 desa yang tersebar di sembilan kecamatan Kabupaten Kupang. Program ini akan berjalan hingga 31 Agustus 2026 dan melibatkan sekitar 200 dosen serta ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sub Koordinator Humas Undana, Ollien Manggol, mengatakan klasterisasi ini disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kupang. Tim Guru Besar yang dipimpin Prof. Fred Benu bertugas sebagai penasihat kebijakan dan penyusun model pembangunan desa.
Tiga Klaster Utama: Dari Lahan Kering hingga Digitalisasi Desa
Tim Guru Besar difokuskan pada penyusunan rekomendasi kebijakan, penguatan tata kelola pemerintahan desa, dan perancangan model mitigasi bencana. Sementara itu, 74 kelompok dosen lainnya dibagi dalam tiga bidang sesuai karakteristik wilayah sasaran.
Klaster pertama menangani sektor pertanian dan peternakan lahan kering. Fokusnya pada peningkatan produktivitas jagung, hortikultura, dan kesehatan ternak sapi. Klaster kedua menyasar wilayah pesisir dengan pendampingan sektor perikanan dan penguatan UMKM berbasis hasil laut.
"Klaster ketiga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program sanitasi lingkungan, edukasi gizi keluarga, serta digitalisasi administrasi pemerintahan desa," kata Ollien Manggol di Kupang, Kamis.
Pemkab Kupang Instruksikan Camat Buka Akses Data
Pemerintah Kabupaten Kupang menyambut baik program ini. Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan, menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di sembilan kecamatan untuk mendukung penuh pelaksanaan program.
"Kami butuh integrasi penuh agar pemetaan taktis dari para dosen ini langsung menyentuh potensi komoditas lokal yang selama ini belum terkelola dengan maksimal," ujar Guntur.
Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan menghasilkan pendampingan yang sesuai kebutuhan masing-masing desa. Tujuannya agar pengelolaan potensi lokal bisa berjalan berkelanjutan.
Target: Solusi Nyata untuk Desa dan Kebijakan Daerah
LPPM Undana menargetkan program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Hasil pengabdian juga diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan pembangunan desa yang berkelanjutan di Kabupaten Kupang.
Dengan melibatkan puluhan dosen multidisiplin dan mahasiswa KKN, program ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pengabdian masyarakat Undana di wilayah penyangga Kota Kupang.