Pencarian

IHSG Ditutup Melemah 0,25 Persen, Investor NTT Diminta Cermati Sentimen Global dan Hasil Review MSCI

Selasa, 23 Juni 2026 • 19:06:31 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,25 Persen, Investor NTT Diminta Cermati Sentimen Global dan Hasil Review MSCI
IHSG ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.161,33 pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Indeks ditutup melemah 0,25 persen atau 15,35 poin ke level 6.161,33 setelah sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.121,77.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif dan cenderung negatif. Sebanyak 282 saham menguat, sementara 373 saham melemah dan 160 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp32,39 triliun dengan volume perdagangan 40,81 miliar lembar saham.

Sentimen Global Jadi Beban Utama

Pelemahan IHSG tidak lepas dari tekanan bursa Amerika Serikat yang anjlok pada penutupan Senin (22/6/2026). Aksi jual besar-besaran pada saham teknologi berkapital besar memicu koreksi di Wall Street.

Dari kawasan Asia, bursa saham ditutup beragam. Negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss berlangsung alot setelah delegasi Iran melakukan walk out. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Teheran, menambah ketidakpastian pasar.

Investor Tunggu Review MSCI dan S&P

Pelaku pasar dalam negeri masih menunggu hasil Annual Market Classification Review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman review klasifikasi bursa akan disampaikan pada Rabu (24/6/2026).

"Ini akan memastikan apakah pasar modal Indonesia masih masuk kategori emerging market," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam catatannya. Selain itu, pasar juga menanti hasil review Standard & Poor's (S&P) Global Standards terhadap peringkat Indonesia.

Aksi Jual Asing Masih Berlanjut

Sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,98 persen ke level 6.116,69. Pelemahan itu disertai net sell investor asing senilai Rp1,11 triliun. Saham yang paling banyak dilepas asing adalah BBRI, TPIA, BBNI, TLKM, dan BMRI.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6.080-6.065. "IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6.080-6.065," ujarnya.

Sementara itu, bank sentral Tiongkok (PBOC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman sesuai ekspektasi. Suku bunga LPR tenor satu tahun tetap di level 3 persen, dan tenor lima tahun di level 3,5 persen.

Bagi investor ritel di NTT, fluktuasi IHSG pekan ini menjadi ujian kesabaran. Hasil review MSCI dan S&P dalam waktu dekat akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks