KUPANG — PT Angkasa Pura Indonesia bersama Kementerian Haji dan Umroh Perwakilan NTT mematangkan skenario operasi kepulangan jemaah haji yang akan tiba di Bandara El Tari mulai 23 Juni 2026. Rapat koordinasi teknis digelar Jumat (19/5/2026) di Ruang Rapat Bolelebo kantor cabang setempat.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan fokus utama penyambutan adalah memastikan alur kedatangan berlangsung cepat dan nyaman.
"Karena fokus utama para jemaah haji yang pulang dari Tanah Suci adalah dapat segera berkumpul kembali dengan anggota keluarganya," ujar Teguh dalam rapat tersebut.
Rute Kepulangan: Transit di Kupang, Lanjut ke Daerah Asal
Jemaah haji asal NTT akan tiba di Kupang melalui Surabaya. Bagi jemaah yang berasal dari luar Pulau Timor, mereka akan diterbangkan kembali ke daerah domisili masing-masing. Sementara itu, jemaah yang berdomisili di Kota Kupang dan sekitarnya akan langsung diantar ke Asrama Haji.
Imbauan bagi Keluarga Penjemput
Teguh Darmawan Saiman mengimbau para penjemput untuk tidak menunggu di area bandara, melainkan langsung menuju Asrama Haji. Langkah ini untuk menghindari penumpukan di terminal kedatangan dan memperlancar arus keluar masuk jemaah.
"Bagi para penjemput dari jemaah haji Provinsi Nusa Tenggara Timur, terkhusus para jemaah haji dari Kota Kupang dan sekitarnya, untuk dapat menunggu dan menjemput para jemaah haji di Asrama Haji," imbaunya.
Komitmen Lintas Stakeholder untuk Kelancaran
PT Angkasa Pura Indonesia, Kementerian Haji dan Umroh Perwakilan NTT, serta seluruh stakeholder terkait berkomitmen penuh mendukung kelancaran proses kepulangan. Rapat koordinasi teknis ini menjadi bagian dari pengecekan akhir jalur pelayanan yang akan dilalui jemaah.
"Pada hari ini telah dilaksanakan rapat koordinasi teknis rencana operasi kepulangan jemaah haji Provinsi Nusa Tenggara Timur guna membahas persiapan akhir menjelang waktu kepulangan, disertai pengecekan bersama rencana jalur pelayanan nantinya," kata Teguh Darmawan Saiman.