Pencarian

50 Rumah Tangga Kurang Mampu di NTT Nikmati Listrik Gratis Lewat Program Light Up The Dream PLN sejak Januari 2026

Jumat, 19 Juni 2026 • 17:40:01 WIB
50 Rumah Tangga Kurang Mampu di NTT Nikmati Listrik Gratis Lewat Program Light Up The Dream PLN sejak Januari 2026
rumah tangga kurang mampu di NTT menerima listrik gratis melalui program Light Up The Dream PLN sejak Januari 2026.

KUPANG — Sebanyak 50 rumah tangga kurang mampu di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menikmati aliran listrik gratis. PT PLN UIW NTT menjalankan program Light Up The Dream (LUTD) sejak Januari 2026. General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono menyatakan total penerima bantuan telah mencapai angka tersebut hingga pertengahan tahun ini.

“Sampai dengan hari ini total ada 50 rumah tangga yang sudah kami bantu agar bisa mendapatkan listrik gratis,” kata Eko di Kupang, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan usai dirinya melakukan penyalaan listrik secara simbolis di rumah salah satu keluarga kurang mampu di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang.

Listrik dari Sumbangan Pegawai, Target Tak Ditentukan

Eko menjelaskan, program LUTD berbeda dengan bantuan pemerintah. Sumber dananya berasal dari sumbangan sukarela para pegawai PLN di NTT. Karena itu, jumlah penerima bantuan tidak ditargetkan secara pasti setiap tahunnya.

“Bantuan yang disalurkan berasal dari hasil sumbangsih dari para pegawai PLN di NTT,” ujarnya.

Meski demikian, Eko menegaskan listrik bukan sekadar energi. Menurutnya, kehadiran listrik di desa-desa terpencil mampu menyalakan mimpi, membuka peluang ekonomi, dan menghadirkan perubahan sosial bagi masyarakat.

Selain LUTD, Ada Bantuan Pasang Baru Listrik untuk 4.400 Rumah

Eko menyebut, program LUTD bukan satu-satunya upaya PLN mencerahkan warga kurang mampu di NTT. Pada peringatan Hari Listrik Nasional Oktober mendatang, PLN melalui bantuan Tanggung Jawab Sosial (TJS) akan menyasar 3.000 kepala keluarga.

Tak hanya itu, bantuan pasang baru listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga tengah berjalan. Total pemasangan yang ditargetkan mencapai 4.400 sambungan rumah.

“Jadi nanti akan ada tambahan lagi,” kata Eko.

Ia berharap, upaya menerangi masyarakat kurang mampu tidak hanya dilakukan PLN. Dukungan dari pihak lain, termasuk pemerintah daerah, sangat dibutuhkan agar akses listrik bisa menjangkau lebih banyak warga.

Warga Desa Oelpuah: Sejak 2012 Hanya Lampu Pelita, Kini Terang

Salah satu penerima manfaat, Silvester, warga Desa Oelpuah, mengaku sudah lama menanti jaringan listrik. Selama 14 tahun tinggal di desa itu, ia hanya mengandalkan lampu pelita untuk penerangan di malam hari.

“Sejak 2012 saya tinggal di sini, dan hari ini baru saya bisa nikmati listrik,” ujar Silvester.

Ia bersyukur rumah yang ditempatinya kini tidak lagi gelap. Kehadiran listrik, kata dia, mengubah kebiasaan keluarganya dan membuka harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks