LARANTUKA — Kecelakaan tunggal yang melibatkan truk ekspedisi terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Desa Watotika Ile, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, pada Rabu (17/6/2026) pagi. Truk bernomor polisi belum diketahui itu keluar jalur dan masuk ke dalam got di pinggir jalan, menyebabkan badan kendaraan miring dan sebagian bodi terbenam.
Diduga Sopir Hilang Konsentrasi
Menurut keterangan warga setempat, peristiwa itu diduga terjadi karena sopir truk mengalami microsleep atau mengantuk saat mengemudi. "Diduga sopir mengantuk ni, mobilnya dari arah Maumere ke Larantuka," ujar Mila, seorang saksi mata di lokasi kejadian, kepada TribunFlores.com.
Truk yang membawa muatan barang ekspedisi itu tiba-tiba oleng ke kanan, keluar dari badan jalan aspal, dan akhirnya terperosok ke dalam got sedalam sekitar satu meter. Sejumlah pengendara yang melintas langsung menghentikan kendaraannya untuk melihat kondisi kendaraan dan sopir.
Proses Evakuasi: Barang Dipindahkan ke Mobil Lain
Hingga berita ini diturunkan, kondisi sopir dan penumpang truk belum diketahui secara pasti. Pemilik kendaraan disebut telah tiba di lokasi untuk mengatur proses evakuasi. Langkah awal yang dilakukan adalah memindahkan seluruh barang muatan ke truk lain agar bobot kendaraan yang terbalik berkurang.
"Barang-barang sedang dipindahkan ke mobil lainnya. Setelah itu, baru dilakukan evakuasi untuk menarik truk yang terbalik," kata Mila menambahkan. Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu beberapa jam karena posisi truk yang cukup sulit dijangkau alat berat.
Jalan Trans Flores: Jalur Rawan Kecelakaan Akibat Kelelahan
Ruas Jalan Trans Flores yang menghubungkan Maumere dan Larantuka dikenal memiliki kontur berkelok dan menanjak. Kecelakaan akibat sopir mengantuk kerap terjadi di jalur ini, terutama pada perjalanan jarak jauh yang dilakukan pada pagi buta atau setelah tengah malam.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait penyelidikan lebih lanjut atas insiden ini. Namun, warga berharap pengemudi kendaraan logistik lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan lintas kabupaten yang memakan waktu hingga 4-5 jam perjalanan darat.