Pencarian

IHSG Dibuka Naik 1,06 Persen ke 6.321, Harga Minyak Turun usai Rencana Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 • 13:34:31 WIB
IHSG Dibuka Naik 1,06 Persen ke 6.321, Harga Minyak Turun usai Rencana Damai AS-Iran
IHSG dibuka menguat 1,06 persen ke level 6.321 pada awal perdagangan hari ini.

JAKARTA — IHSG memulai perdagangan dengan lonjakan signifikan, menembus level 6.300 yang sebelumnya menjadi resistance psikologis. Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang 6.150 hingga 6.400 pada sesi hari ini.

Kesepakatan Damai AS-Iran Dongkrak Sentimen Pasar

Rencana penandatanganan kesepakatan damai antara AS dan Iran menjadi pendorong utama optimisme investor global. Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai langkah tersebut mampu menurunkan premi risiko di kawasan Timur Tengah.

“Harapan meredanya konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah turun,” kata analis Pilarmas dalam risetnya.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi ke level USD76,79 per barel, sementara minyak Brent turun ke USD78,96 per barel. Penurunan ini dinilai meredakan tekanan inflasi global dan mengurangi risiko kenaikan suku bunga acuan.

Sektor Basic Materials Melonjak, Healthcare Melemah

Dari sisi sektoral, basic materials mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 7,26 persen. Sebaliknya, sektor healthcare menjadi satu-satunya yang berada di zona merah dengan pelemahan 0,67 persen.

Tim Pilarmas menambahkan bahwa penurunan harga energi memberikan dampak positif langsung bagi Indonesia yang sebelumnya terbebani lonjakan harga minyak. “Turunnya harga minyak akan menurunkan tekanan terhadap inflasi dan tingkat suku bunga. Hal ini juga memberikan implikasi positif bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Panda Bonds, Rupiah Mulai Menguat

Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati rencana pemerintah menerbitkan Panda Bonds pada akhir Juni atau awal Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini berada di Tiongkok untuk mempromosikan instrumen surat utang tersebut kepada calon investor.

“Pemerintah ingin melihat dulu bagaimana respons dan minat investor terhadap rencana penerbitan obligasi tersebut,” kata Tim Phintraco. “Tujuan penerbitan Panda Bonds ini antara lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memperkuat nilai tukar rupiah.”

Penguatan nilai tukar rupiah yang mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir dinilai sebagai sinyal awal membaiknya sentimen pasar. Kondisi ini diharapkan membuka peluang masuknya kembali aliran modal asing ke pasar domestik.

Investor juga mencermati laporan Bank Indonesia yang mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 tumbuh 1,9 persen menjadi USD439,8 miliar. Di sisi fiskal, pemerintah melaporkan penerimaan pajak sebesar Rp23,5 triliun hingga 31 Mei 2026, hasil dari perluasan basis pajak dan optimalisasi wajib pajak tidak aktif.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks