NUSA TENGGARA TIMUR — Eze gagal memanfaatkan kesempatan dari titik putih saat Arsenal takluk dari Paris Saint-Germain di Budapest. Tendangannya melebar, mengubur mimpi The Gunners meraih gelar juara Eropa musim lalu. Namun, pemain 27 tahun itu menolak larut dalam kekecewaan.
Mentalitas Baja di Balik Gagalnya Eksekusi
“Sepak bola penuh dengan segalanya. Anda harus menerima semuanya apa adanya dan menikmatinya semaksimal mungkin,” ujar Eze. Ia menambahkan, jika ada penalti lagi, “Saya akan ada di sana lagi.”
Bukan kali pertama Eze gagal dari titik putih. Sebelumnya, dua tendangan penaltinya yang lemah dan terbaca berhasil diselamatkan kiper saat membela Crystal Palace melawan Liverpool dan Newcastle tahun lalu. Meski begitu, ia bersikukuh tidak akan mengubah teknik lari tersendat (stuttering run-up) yang menjadi ciri khasnya.
Krisis Penalti yang Membentuk Karakter
“Tidak. Saya sudah mengambil penalti sejak lama dan ini adalah bagian dari perjalanan,” tegasnya. Eze menganggap momen pahit itu sebagai pelajaran berharga, bukan sesuatu yang ingin ia hapus. “Saya bersyukur itu terjadi. Saya akan tumbuh, belajar, dan melangkah maju.”
Keyakinan Eze untuk tetap maju tak lepas dari pengalaman rekan setimnya di Timnas, Marcus Rashford dan Bukayo Saka. Keduanya pernah gagal di final Euro 2020 melawan Italia, namun berhasil bangkit. Saka bahkan mencetak penalti krusial di perempat final Euro 2024 melawan Swiss.
Prestasi Manis yang Mengimbangi Kegagalan
Selain momen buruk di Champions League, dua tahun terakhir justru manis bagi Eze. Ia mencetak gol kemenangan Crystal Palace di final Piala FA 2025 melawan Manchester City. Ia juga sukses membantu Arsenal merebut gelar Premier League setelah bergabung musim panas lalu.
“Penting bagi kepercayaan diri pemain untuk merasakan pengalaman menang,” kata Eze. “Itu memberi level kepercayaan diri yang berbeda.”
Di skuad Inggris, Eze bersaing dengan Jude Bellingham dan Morgan Rogers untuk posisi gelandang serang. Ia kemungkinan besar akan memulai laga perdana Grup L melawan Kroasia dari bangku cadangan. Namun, Eze siap dimainkan di mana pun di lini depan. “Di mana pun saya dibutuhkan, di situlah saya akan bermain,” pungkasnya.