KUPANG — Tim teknis PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao telah merampungkan survei kelayakan lahan dan pemetaan potensi pelanggan di dua pulau terluar tersebut. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) F. Eko Sulistyono menyatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur.
"Hadirnya listrik di wilayah 3T bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses energi," kata Eko di Kupang, Minggu.
Perjalanan Laut 1,5 Jam Demi Survei Lahan PLTS
Manager PLN ULP Rote Ndao Yohanes Fernandes Lay mengungkapkan tim lapangan harus menempuh perjalanan laut lebih dari 1,5 jam menggunakan perahu motor kecil untuk mencapai lokasi survei di Desa Nuse, Dusun Nusamanuk, dan Dusun Lohaen. Hasil verifikasi menunjukkan lahan yang direncanakan untuk pembangunan infrastruktur PLTS dinyatakan siap digunakan.
Manager PLN UP3 Kupang Nikolas Denias Adrian menegaskan kondisi geografis yang menantang tidak menyurutkan tekad PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan hingga ke pulau-pulau terluar.
Listrik untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Maritim
Eko menjelaskan kehadiran PLTS di Pulau Nuse dan Pulau Landu diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Lebih dari itu, pasokan energi yang andal dapat mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan menggerakkan ekonomi berbasis potensi maritim setempat.
"Listrik yang andal dapat mendorong peningkatan produktivitas usaha masyarakat, termasuk sektor kelautan yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama warga di wilayah tersebut," ujar Eko.
Warga Siap Dukung Pembangunan PLTS
Kepala Desa Nuse Hesron Pasole menyampaikan apresiasi atas langkah PLN yang mulai menyiapkan infrastruktur listrik di wilayahnya. Ia memastikan masyarakat siap mendukung penyediaan lahan maupun kebutuhan lain yang diperlukan agar proyek PLTS dapat segera direalisasikan.
PLN berharap proyek PLTS di Pulau Nuse dan Pulau Landu dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan selatan Indonesia. Rencana ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses energi bersih di kawasan timur Indonesia.