NUSA TENGGARA TIMUR — Section 702 Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA) resmi berakhir setelah House of Representatives menolak proposal perpanjangan hingga 2 Juli dengan skor 218-198. RUU itu membutuhkan dukungan dua pertiga suara, namun bahkan mayoritas sederhana pun gagal diraih. Hampir 20 anggota Partai Republik bergabung dengan Demokrat untuk memblokir mosi tersebut. Beberapa jam kemudian, Senator Oregon Ron Wyden juga menggagalkan dua usulan perpanjangan di Senat.
Apa Itu Section 702 dan Mengapa Kontroversial?
Section 702 memberi wewenang kepada NSA dan FBI untuk melakukan penyadapan tanpa surat perintah terhadap target asing di luar AS. Namun celah hukumnya memungkinkan badan intelijen memata-matai warga Amerika jika penyadapan itu "cukup masuk akal" untuk mengumpulkan informasi intelijen asing. Dalam praktiknya, frasa "cukup masuk akal" itu kerap disalahgunakan.
Data pengadilan FISA menunjukkan puluhan ribu pencarian database ilegal terjadi pada 2017 dan 2018. Pada 2019, seorang hakim memutuskan FBI dan NSA melakukan banyak pelanggaran hukum saat mengumpulkan data dari perusahaan telepon dan teknologi. "Section 702 adalah otoritas intelijen asing yang kritis, tapi kami tidak bisa dengan hati nurani yang baik menyetujui perpanjangan tanpa reformasi signifikan," kata Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries dalam pernyataan bersama.
Kontroversi Pencalonan Bill Pulte Picu Kebuntuan
Laporan Politico mengungkapkan Kongres sebenarnya hampir mencapai kesepakatan perpanjangan tiga tahun. Semua berubah setelah Presiden Trump mengumumkan rencana menunjuk Bill Pulte sebagai Direktur Intelijen Nasional. Pulte, sekutu politik Trump, tidak memiliki pengalaman intelijen. Ia kerap menuduh anggota Dewan Federal Reserve Lisa Cook melakukan penipuan hipotek—tuduhan yang sudah terbukti palsu. Cook akhirnya dicopot Trump pada Agustus lalu.
"Perlu jaminan jelas bahwa Pak Pulte tidak akan menjabat sebagai pelaksana tugas DNI," tulis Senator Mark Warner dalam pernyataan resmi. Kekhawatiran utama Demokrat: Pulte bisa menggunakan informasi sensitif hasil penyadapan Section 702 untuk kepentingan politik atau pribadi. Trump kini menunjuk Jay Clayton, jaksa federal tertinggi New York, untuk posisi DNI. Namun ia mengisyaratkan Pulte bisa mengisi posisi itu secara akting.
Apa Dampaknya bagi Warga AS?
Berakhirnya Section 702 berarti NSA dan FBI kehilangan alat utama untuk menyadap komunikasi asing tanpa izin pengadilan. Namun bagi warga Amerika, ini justru bisa menjadi kabar baik. Tanpa payung hukum Section 702, badan intelijen tidak bisa lagi mengklaim penyadapan terhadap warga negara AS sebagai "efek samping yang tak terhindarkan" dari operasi intelijen asing. Setiap penyadapan terhadap warga AS kini harus melalui proses pengadilan FISA yang lebih ketat.
DPR tidak akan menggelar pemungutan suara lagi hingga 23 Juni. Artinya, selama sepuluh hari ke depan, Amerika Serikat akan beroperasi tanpa otoritas penyadapan asing yang sudah berlaku selama hampir dua dekade. Partai Demokrat di DPR mendorong reformasi "bermakna" sebelum menyetujui perpanjangan apa pun. "Kami tidak bisa mendukung perpanjangan tanpa perubahan signifikan untuk melindungi keamanan nasional dan hak privasi konstitusional warga Amerika," tegas Jeffries.