Pencarian

135 Petani Flores Timur Belajar Pertanian Berkelanjutan ke TTS, Bappenas Targetkan Replikasi Program YLAF

Kamis, 11 Juni 2026 • 02:53:31 WIB
135 Petani Flores Timur Belajar Pertanian Berkelanjutan ke TTS, Bappenas Targetkan Replikasi Program YLAF
petani Flores Timur mengikuti pelatihan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

SOE — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memfasilitasi pembelajaran lintas daerah bagi 135 petani Flores Timur untuk menimba ilmu pertanian berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Program yang berlangsung sejak 8 Juni 2026 ini merupakan kolaborasi antara Bappenas, Pemkab Flores Timur, Pemkab TTS, Plan Indonesia, GIZ, Yayasan Krisna Galensya, dan Caritas Indonesia.

Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi Sekretariat Nasional SDGs Bappenas Setyo Budiantoro menegaskan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi kunci percepatan pencapaian SDGs. "Praktik baik dari Timor Tengah Selatan diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ekosistem hortikultura di Flores Timur," ujarnya di Soe, Rabu.

Apa Saja yang Dipelajari Petani Flotim?

Rombongan peserta terdiri dari 80 petani Flores Timur, 20 petani dampingan Plan Indonesia, dan 35 petani dampingan Caritas Indonesia. Selama dua pekan, mereka mengikuti serangkaian materi lapangan yang mencakup:

  • Praktik hortikultura berbasis Good Agricultural Practices (GAP)
  • Pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture)
  • Penguatan kelembagaan kelompok tani
  • Pengembangan kewirausahaan hijau (green entrepreneurship)
  • Akses pasar dan pengelolaan keuangan

Program YLAF di TTS: 60 Persen Petani Muda adalah Perempuan

Salah satu materi utama yang dipelajari adalah pendekatan Youth-Led Agri-food (YLAF) yang telah berjalan di TTS. Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti menyebut program ini berhasil melibatkan 411 petani muda di TTS, dengan 60 persen di antaranya adalah perempuan. "Program YLAF menunjukkan bahwa ketika pemuda, khususnya perempuan muda, diberikan akses terhadap pengetahuan, pendampingan, dan peluang pasar, mereka mampu menjadi penggerak utama transformasi pertanian yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.

Dari program tersebut, sebanyak 50 hektare lahan produktif berhasil dikembangkan dan 39 kelompok tani muda diperkuat. Capaian inilah yang ingin direplikasi oleh Bappenas di Flores Timur melalui kunjungan belajar ini.

Wabup TTS: Pertanian Tak Cukup Hanya Berorientasi Produksi

Wakil Bupati TTS Johny Army Konay menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, petani saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks. "Pertanian tidak lagi cukup hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga harus memperhatikan praktik budidaya yang baik, keberlanjutan lingkungan, efisiensi usaha tani, akses pasar, dan jejaring kemitraan," ujarnya.

Ia menekankan bahwa penerapan GAP menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, dan kesejahteraan petani. Program kunjungan ini diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi ekosistem pertanian di Flores Timur, terutama dalam hal adopsi teknologi dan penguatan kelembagaan petani.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks