Pencarian

Bitcoin dan Ether Terkoreksi Bersama Nasdaq yang Anjlok 5%, Sinyal Likuiditas Global Makin Ketat

Rabu, 10 Juni 2026 • 09:19:01 WIB
Bitcoin dan Ether Terkoreksi Bersama Nasdaq yang Anjlok 5%, Sinyal Likuiditas Global Makin Ketat
Bitcoin dan Ether terkoreksi seiring Nasdaq anjlok 5 persen, mencerminkan ketatnya likuiditas global.

KUPANG — Pasar aset kripto global kembali tertekan. Indeks saham teknologi AS, Nasdaq, ambles hingga 5 persen dalam sehari. Bitwise, pengelola aset kripto, mencatat bahwa Bitcoin kerap bereaksi lebih dulu dibanding aset lain saat sentimen risiko berubah.

Ether sempat menyentuh USD 1.507, mendekati titik terendah siklus saat ini. Bitcoin terpangkas ke kisaran USD 58.000, jauh dari level tertingginya beberapa pekan lalu. Penurunan ini berbarengan dengan aksi jual besar-besaran di pasar saham AS, dipicu kekhawatiran investor terhadap suku bunga tinggi dan likuiditas yang menyusut.

Apa yang Memicu Aksi Jual Aset Kripto?

Tekanan jual dipicu korelasi yang semakin kuat antara aset digital dan saham teknologi. Saat Nasdaq anjlok, investor melepas aset berisiko, termasuk Bitcoin dan Ether, lalu beralih ke instrumen lebih aman. Bitwise menyebut fenomena ini sebagai cerminan perilaku pasar yang pragmatis, bukan kepanikan semata.

Kondisi likuiditas global yang ketat—akibat kebijakan bank sentral AS yang masih agresif—membatasi aliran modal ke aset spekulatif seperti kripto. Data menunjukkan volume perdagangan di bursa kripto utama menurun dalam sepekan terakhir, memperkuat sinyal pelemahan momentum.

Level Kritis yang Perlu Dicermati

Analis mencermati USD 1.500 untuk Ether dan USD 58.000 untuk Bitcoin sebagai batas psikologis. Jika harga bertahan di atas level tersebut dalam sepekan, peluang pemulihan ke kisaran USD 1.700 masih terbuka. Namun, bila penutupan mingguan terjadi di bawah USD 1.500 untuk Ether, potensi koreksi lebih dalam dinilai semakin besar.

Untuk Bitcoin, level USD 55.000 menjadi support berikutnya yang perlu diwaspadai. Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada data ekonomi AS, terutama laporan inflasi dan keputusan suku bunga Federal Reserve.

Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

Koreksi harga ini turut dirasakan investor kripto di Indonesia. Volume transaksi di bursa lokal dilaporkan menurun seiring aksi wait and see pelaku pasar. Beberapa komunitas trader di Nusa Tenggara Timur, misalnya, mulai mengurangi frekuensi transaksi harian sembari menunggu sinyal pembalikan arah yang lebih jelas.

Meski demikian, sejumlah pelaku pasar justru melihat koreksi ini sebagai peluang akumulasi. "Harga murah seperti ini biasanya dimanfaatkan investor jangka panjang untuk menambah posisi," ujar seorang analis kripto di Jakarta, pekan lalu.

Prospek Jangka Pendek: Volatilitas Masih Tinggi

Bitwise menekankan bahwa Bitcoin sering menjadi indikator awal perubahan sentimen pasar. Jika Nasdaq mulai pulih, bukan tidak mungkin harga kripto akan mengikuti lebih dulu. Namun, dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih tinggi, terutama menjelang rilis data ekonomi AS pekan depan.

Investor disarankan mencermati level support dan resistance utama, serta menghindari keputusan impulsif di tengah fluktuasi harga yang tajam. Pasar kripto tetap menjadi aset berisiko tinggi yang memerlukan strategi manajemen risiko yang ketat.

Bagikan
Sumber: pluang.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks