Pencarian

Rektor UPG 1945 NTT Cup III Digelar, Dr. Semuel Haning Targetkan Cetak Petinju Muda Penerus Legenda Tinju NTT

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:26:32 WIB
Rektor UPG 1945 NTT Cup III Digelar, Dr. Semuel Haning Targetkan Cetak Petinju Muda Penerus Legenda Tinju NTT
Dr. Semuel Haning membuka resmi Rektor UPG 1945 NTT Cup III di GOR Flobamora, Kupang.

KUPANG — Kejuaraan tinju amatir di Nusa Tenggara Timur kembali bergema. Open Tournament Tinju dan Futsal Rektor UPG 1945 NTT Cup III resmi dibuka di GOR Flobamora, Kupang, Kamis (4/6/2026). Ajang ini tidak sekadar kompetisi tahunan, melainkan panggung pembuktian bagi regenerasi petinju NTT yang belakangan minim prestasi di tingkat nasional.

Mengembalikan Masa Keemasan Tinju NTT

Dr. Semuel Haning, Ketua Pengprov Pertina NTT, secara eksplisit menyebut tema besar kejuaraan ini adalah mengembalikan kejayaan Pertina. “Tema itu memang benar-benar secara global Pertina mengalami prestasi yang sangat memprihatinkan dibandingkan prestasi-prestasi terdahulu,” ujarnya saat membuka turnamen.

Ia merujuk pada era ketika NTT melahirkan petinju-petinju yang tembus Olimpiade. Salah satu nama yang disebut adalah Wagub NTT yang merupakan atlet Pertina terbaik NTT yang lolos ke panggung multievent tertinggi dunia itu.

Penerus Legenda: Target Lahirnya Asadoma dan Ballo Baru

Turnamen ini diharapkan menjadi laboratorium bakat bagi petinju muda NTT. Dr. Semuel Haning menyebut nama-nama legenda seperti Dr. Johni Asadoma dan Hermensen Ballo sebagai tolok ukur prestasi yang ingin dicetak ulang. “Mudah-mudahan dengan momentum kejuaraan Rektor Cup ini lahir petinju-petinju kita seperti mereka,” katanya.

Johni Asadoma dikenal sebagai petinju NTT yang pernah menyabet medali emas SEA Games. Hermensen Ballo juga merupakan legenda tinju amatir yang mengharumkan nama NTT di era 1990-an. Regenerasi atlet menjadi pekerjaan rumah utama Pertina NTT pasca-prestasi tim yang disebut memprihatinkan.

Mengapa Prestasi Tinju NTT Menurun?

Dr. Semuel Haning tidak merinci faktor tunggal penurunan prestasi, namun ia menekankan bahwa kejuaraan seperti Rektor Cup adalah jawaban atas minimnya ajang kompetisi bagi petinju amatir di daerah. “Kejuaraan ini diharapkan melahirkan petinju-petinju muda berbakat,” ujarnya.

Pertina NTT menilai pembinaan usia dini dan frekuensi pertandingan menjadi kunci. Tanpa event rutin, bibit-bibit petinju dari kampung-kampung di NTT sulit terpantau dan berkembang. Rektor UPG 1945 NTT Cup III menjadi salah satu dari sedikit panggung yang tersedia bagi petinju non-profesional.

Apa Dampak Turnamen Ini bagi Petinju Muda NTT?

Turnamen ini membuka kesempatan bagi petinju amatir dari berbagai daerah di NTT untuk mengukur kemampuan. Selain kelas tinju, event ini juga menyertakan cabang futsal sebagai variasi olahraga. Bagi petinju muda, tampil di GOR Flobamora bisa menjadi batu loncatan menuju kejuaraan nasional.

Dr. Semuel Haning menegaskan, Pertina NTT berkomitmen menjadikan Rektor Cup sebagai agenda tahunan. Dengan konsistensi event, ia optimistis NTT bisa kembali melahirkan petinju yang bersaing di level SEA Games dan Olimpiade, seperti masa keemasan yang pernah diraih para legenda sebelumnya.

Bagikan
Sumber: koranntt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks