Pencarian

Harga CPO Naik, Saham Astra Agro Tembus Rp6.750 — Respons Perusahaan soal Rencana Ekspor Satu Pintu

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:56 WIB
Harga CPO Naik, Saham Astra Agro Tembus Rp6.750 — Respons Perusahaan soal Rencana Ekspor Satu Pintu
Saham Astra Agro Lestari (AALI) ditutup di Rp6.750 seiring kenaikan harga CPO Malaysia.

NUSA TENGGARA TIMUR — Data perdagangan intraday menunjukkan antrean beli (bid) saham AALI cukup tebal di rentang Rp6.600 hingga Rp6.725. Total bid mencapai 14.420 lot dengan frekuensi 732 kali, jauh melampaui antrean jual (offer) yang hanya 2.905 lot dalam 178 kali transaksi. Tekanan beli yang dominan ini mengindikasikan optimisme investor terhadap prospek emiten perkebunan Grup Astra tersebut.

Saham AALI sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp6.850 sebelum akhirnya ditutup di Rp6.750. Pergerakan ini terjadi saat harga CPO Malaysia menguat 1,47 persen sepanjang pekan berjalan, didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan antisipasi perdagangan menjelang libur panjang awal Juni.

Manajemen Belum Bisa Simpulkan Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Di tengah euforia harga sawit, perhatian pelaku pasar mulai beralih ke rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam. Dalam skema tersebut, ekspor komoditas strategis seperti CPO akan dilakukan secara terpusat melalui BUMN yang ditunjuk, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menanggapi hal itu, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan AALI, Tinghin Sukowigjono, menyatakan perseroan belum menerima salinan resmi regulasi terkait. Dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menegaskan belum dapat menyimpulkan dampak kebijakan tersebut terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

“Perseroan belum dapat memberikan tanggapan secara lebih terperinci ataupun menyimpulkan secara komprehensif dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap perseroan,” tulis manajemen dalam surat kepada BEI.

Volatilitas Harga Sawit Diprediksi Masih Tinggi

Dari sisi teknikal, analis Reuters Wang Tao memperkirakan harga CPO berpotensi kembali turun menuju 4.501 ringgit per ton setelah gagal menembus level resistance di 4.583 ringgit. Artinya, pergerakan harga sawit global masih akan fluktuatif dalam waktu dekat.

Data Komisi Eropa juga menunjukkan impor minyak sawit Uni Eropa untuk musim 2025/2026 turun 4 persen menjadi 2,55 juta ton hingga 24 Mei 2026. Perlambatan impor ini menjadi faktor lain yang perlu dicermati pelaku pasar di tengah optimisme kenaikan harga saat ini.

Saham AALI kini berada di antara dua sentimen besar: momentum pemulihan harga CPO yang mendorong optimisme sektor, dan ketidakpastian regulasi ekspor satu pintu yang masih menunggu kejelasan aturan teknis dari pemerintah.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks