JAKARTA — Tekanan terhadap rupiah berlanjut pada perdagangan pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Indonesia melemah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya. Yuan China turun 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dan yen Jepang turun 0,04 persen. Hanya dolar Hong Kong yang mencatat penguatan tipis 0,03 persen.
Mengapa Rupiah Terus Melemah?
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh eskalasi geopolitik terbaru. "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Sentimen perang di Timur Tengah mendorong investor global beralih ke aset safe haven, terutama dolar AS. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, kehilangan daya tarik dalam jangka pendek.
Bagaimana Pergerakan Mata Uang Lain?
Pelemahan tidak hanya terjadi di Asia. Mata uang utama negara maju juga kompak tertekan terhadap greenback. Euro Eropa turun 0,13 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing turun 0,10 persen dan 0,20 persen.
Pola ini menunjukkan bahwa penguatan dolar AS bersifat global, bukan hanya menekan rupiah. Namun, dampak terhadap nilai tukar rupiah terbilang lebih sensitif karena faktor risiko domestik dan ketergantungan pada impor.
Berapa Kisaran Pergerakan Rupiah Hari Ini?
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS sepanjang hari ini. Level Rp17.900 menjadi resistance terdekat yang harus diwaspadai. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah menembus level tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah dan data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Kedua faktor ini menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah ke depan.
Apa Dampak Pelemahan Rupiah bagi Warga?
Pelemahan rupiah berdampak langsung pada harga barang impor, mulai dari elektronik, bahan baku industri, hingga produk pangan tertentu. Masyarakat juga akan merasakan kenaikan harga tiket pesawat dan biaya perjalanan ke luar negeri. Bagi pelaku UMKM yang menggunakan bahan baku impor, margin keuntungan bisa tergerus jika tidak segera melakukan penyesuaian harga.