Produksi Garam Rakyat NTT Tembus 20.542 Ton pada 2025, Naik 30,07 Persen dan Buka Peluang Pasar Nasional

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:01:01 WIB
Petambak menggarap tambak garam rakyat di NTT yang produksinya mencapai 20.542 ton pada 2025.

KUPANG — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro, menyebut iklim panas berkepanjangan menjadi keunggulan daerah untuk mengembangkan tambak garam. Kondisi itu membuat proses kristalisasi air laut berlangsung lebih cepat dibandingkan daerah lain.

Selain garam rakyat, produksi garam industri yang dikelola swasta di NTT tercatat mencapai 49.595,36 ton berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan. Angka itu menambah bobot NTT sebagai salah satu pemasok utama garam nasional.

Kebutuhan Garam Nasional Capai Lima Juta Ton

Kebutuhan garam nasional mencapai sekitar lima juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 2,6 juta ton masih dipenuhi melalui impor — celah yang dinilai bisa diisi produksi dalam negeri.

Pemerintah bersama KKP mendorong penerapan teknologi pemodelan tambak garam dengan target produktivitas hingga 200 ton per hektare. Teknologi itu diarahkan untuk meningkatkan hasil per satuan luas lahan yang selama ini dikelola secara tradisional.

Rote Ndao Diproyeksikan Jadi Sentra Pengembangan

Kabupaten Rote Ndao menjadi salah satu kawasan yang diproyeksikan sebagai sentra pengembangan garam. Potensi lahan tambak di daerah itu mencapai 10.000 hingga 13.000 hektare.

NTT juga memiliki 14 kabupaten penghasil garam yang dapat mendukung perluasan produksi. Sebaran wilayah itu memberi ruang bagi provinsi ini untuk menambah kapasitas tanpa bergantung pada satu kawasan saja.

Target Swasembada Garam Nasional 2027

Dengan optimalisasi lahan dan dukungan teknologi, NTT berpeluang memperkuat pasokan garam dalam negeri sekaligus mendukung target swasembada garam nasional pada 2027. Capaian produksi 2025 menjadi modal awal menuju target tersebut.

Peluang pasar yang terbuka lebar membuat pengembangan tambak garam di NTT tidak hanya soal menambah volume. Arah kebijakannya adalah mengurangi ketergantungan impor sambil memperkuat posisi petambak rakyat di rantai pasok nasional.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: sergap.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top