Pencarian

Stasiun Klimatologi NTT Catat Kekeringan Ekstrem di 9 Kabupaten-Kota, Hari Tanpa Hujan Tembus 130 Hari

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:01:01 WIB
Stasiun Klimatologi NTT Catat Kekeringan Ekstrem di 9 Kabupaten-Kota, Hari Tanpa Hujan Tembus 130 Hari
Stasiun Klimatologi Kelas I NTT mencatat kekeringan ekstrem di sembilan kabupaten dan kota di NTT.

KUPANG — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I NTT Rahmatulloh Adji menyampaikan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III September 2026 menunjukkan hampir seluruh wilayah NTT masuk kategori Ekstrem Panjang. Pemantauan mencakup titik-titik pengamatan yang tersebar dari Kota Kupang hingga Kabupaten Belu.

Durasi tanpa hujan di sejumlah lokasi bahkan melampaui 130 hari berturut-turut tanpa tetes air hujan yang signifikan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait di daerah.

Daftar 9 Kabupaten dan Kota dengan Kekeringan Terparah

Adji merinci wilayah yang mencatatkan durasi HTH paling ekstrem, tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Titik pengamatan spesifik turut dicatat di masing-masing wilayah.

  • Kota Kupang: sekitar Bakunase dan Oepoi
  • Kabupaten Lembata: sekitar Wairiang, Hadakewa, dan Wulandoni
  • Kabupaten Ngada: wilayah Waepana
  • Kabupaten Ende: sekitar Detusoko
  • Kabupaten Sumba Timur: kawasan Waingapu dan Kananggar
  • Kabupaten Sikka: sekitar Stasiun Meteorologi Maumere dan Waigete
  • Kabupaten Alor: Alor Barat Laut
  • Kabupaten Kupang: sekitar Lelogama
  • Kabupaten Belu: wilayah Atambua dan Fatulotu

"Beberapa wilayah sudah mengalami Hari Tanpa Hujan dengan kategori Ekstrem Panjang (>130 hari) yaitu Kota Kupang, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Alor, Kabupaten Kupang, hingga Kabupaten Belu," kata Adji.

Curah Hujan di Bawah 50 Milimeter per Dasarian

Selain panjangnya durasi tanpa hujan, analisis curah hujan Dasarian III September 2026 menunjukkan angka sangat rendah di seluruh NTT. Sebagian besar daerah tercatat berada pada kategori curah hujan rendah, yakni berkisar antara 0 hingga 50 milimeter per dasarian.

"Di samping durasi hari tanpa hujan yang begitu panjang, analisis curah hujan pada Dasarian III September 2026 secara umum menunjukkan angka yang sangat rendah di seluruh wilayah NTT," ucap Adji.

Angka tersebut memperkuat indikasi bahwa kekeringan meteorologis di NTT tidak hanya berlangsung lama, tetapi juga disertai minimnya pasokan air hujan dalam periode pengamatan terakhir.

Imbauan Efisiensi Air Bersih dan Mitigasi Kebakaran Lahan

Menanggapi situasi kekeringan ekstrem dan rendahnya curah hujan, pihak berwenang mengimbau masyarakat melakukan langkah antisipatif. Prioritas utama adalah efisiensi penggunaan air bersih di rumah tangga maupun fasilitas umum.

Masyarakat juga diminta meningkatkan mitigasi bahaya kebakaran lahan. Kondisi vegetasi yang kering akibat minimnya hujan membuat potensi kebakaran meningkat di sejumlah wilayah.

"Monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut Dasarian III September 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada umumnya mengalami Hari Tanpa Hujan hingga kategori Ekstrem Panjang (>60 hari)," kata Adji.

Stasiun Klimatologi Kelas I NTT menyatakan pemantauan HTH dan curah hujan akan terus dilakukan untuk memperbarui status kekeringan meteorologis di wilayah tersebut.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks