NUSA TENGGARA TIMUR — Langkah korporasi ini diumumkan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji, di sela Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (26/8/2026). Ia menegaskan proses streamlining sudah berjalan jauh dan akan berlanjut hingga mencapai target akhir 19 anak usaha.
Seno mengakui penyederhanaan struktur bukan pekerjaan mudah. Tingkat kompleksitas dan dinamika yang tinggi membuat sebagian proses kemungkinan masih berlanjut hingga tahun depan.
"Dari 67 per Juni kemarin sudah tinggal 48. Target kita mudah-mudahan akhir tahun ini lebih banyak lagi, sehingga kita bisa mencapai target 19," ujarnya.
Perampingan ini dibarengi proses delayering atau penyederhanaan lapisan organisasi. Salah satu langkah konkretnya adalah carve-out InfraNexia, yang proses pemindahannya sudah sekitar 50 persen selesai pada Desember lalu. Tahap berikutnya ditargetkan rampung akhir September 2026, diikuti proses serupa pada bisnis enterprise.
Kekhawatiran mengenai dampak restrukturisasi terhadap tenaga kerja langsung dijawab tuntas. Seno menegaskan proses streamlining tidak akan dilakukan melalui PHK.
"Enggak ada. Kita enggak boleh layoff," tegasnya.
Justru tantangan terbesar dalam proses perampingan ada pada budaya perusahaan dan kepentingan berbagai pihak yang terlibat. Telkom disebut terus berkomunikasi dengan anak usaha dan pemangku kepentingan agar transformasi berjalan sesuai target.
Perampingan ini merupakan bagian dari langkah Telkom bertransformasi menjadi strategic holding. Nantinya, Telkom sebagai induk akan lebih fokus pada strategi, kebijakan, dan tata kelola portofolio, sementara operasional bisnis dijalankan melalui pilar-pilar di bawahnya.
Dengan struktur baru ini, Telkom menargetkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan alokasi sumber daya yang lebih efisien di tengah persaingan industri telekomunikasi dan digital yang kian ketat. Investor dan pelaku bisnis akan memantau bagaimana pilar-pilar bisnis baru ini berkontribusi terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan ke depan.