NUSA TENGGARA TIMUR — Federasi Sepakbola Italia (FIGC) resmi menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik pada Senin (3/2). Langkah ini menjadi awal restrukturisasi besar setelah Italia gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia beruntun sejak 2014.
Pekerjaan rumah Maldini tidak ringan. Mantan bek berusia 56 tahun itu harus merancang filosofi tim nasional yang seragam, mulai dari tim senior hingga kelompok umur. Ia juga bertugas mengevaluasi kinerja pelatih dan menyusun program jangka panjang.
Tugas pertamanya adalah mencari pelatih anyar. Nama Antonio Conte dan Roberto Mancini disebut-sebut masuk bursa, namun Maldini diberi wewenang penuh untuk menentukan sosok yang tepat.
Maldini bukan nama baru di kursi direktur teknik. Ia menjabat peran serupa di AC Milan pada 2019-2023 dan menjadi arsitek di balik Scudetto musim 2021/2022. Pengalaman itu dinilai FIGC sebagai modal berharga untuk membangun ulang identitas sepakbola Italia.
Namun, ada satu catatan yang belum terhapus dari kariernya sebagai pemain. Dengan 126 caps, Maldini adalah legenda hidup Italia, tapi ia tak pernah merasakan trofi bersama Gli Azzurri. Pencapaian tertingginya hanya runner-up Piala Dunia 1994 dan Euro 2000. Kini, ia punya kesempatan menebusnya dari sisi meja kerja.
Fabio Capello, eks pelatih yang pernah membesut Italia, memberikan restu penuh atas penunjukan ini. Tidak ada orang yang lebih baik darinya untuk mengisi jabatan tersebut. Saya sangat senang, Paolo Maldini adalah nama pertama dalam daftar mereka dan mereka mendapatkannya,
ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.
Capello juga menekankan pentingnya FIGC memberi kebebasan penuh kepada Maldini. Maldini bukan tipe yang hanya bilang 'iya'. Dia butuh kebebasan untuk mengubah berbagai hal dan menerapkan visinya sendiri. Tanpa kebebasan itu, dia tidak akan pernah menerima peran tersebut,
tegasnya.
FIGC menargetkan Italia lolos ke Piala Dunia 2030 sebagai prioritas utama. Dengan pengalaman Maldini membangun proyek jangka panjang di Milan, FIGC percaya ia bisa mengulangi kesuksesan serupa di level tim nasional. Langkah pertama yang paling dinantikan publik Italia: siapa pelatih yang akan dipilih Maldini untuk memulai babak baru ini.