NUSA TENGGARA TIMUR — Pernyataan tegas Raskin muncul setelah Belgia sukses mengalahkan AS dalam laga yang sarat emosi di fase grup Piala Dunia 2026. Kemenangan ini langsung dikaitkan dengan polemik sanksi yang dijatuhkan kepada penyerang AS, Folarin Balogun, yang sebelumnya menjadi perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pengamat.
Sebelum laga dimulai, publik sepak bola Amerika Serikat digegerkan dengan hukuman yang diterima Balogun. Keputusan federasi atau otoritas terkait terhadap penyerang andalan mereka itu menjadi topik hangat yang bahkan disebut-sebut mengganggu konsentrasi skuad AS.
Meski detail spesifik sanksi tersebut tidak disebutkan secara gamblang, Raskin secara blak-blakan menyebut hasil pertandingan sebagai "keadilan yang selalu ada dalam hidup". Pernyataan ini jelas merujuk pada situasi kontroversial yang membayangi tim lawan.
Dalam wawancara usai laga, Raskin tidak menahan diri untuk mengomentari dinamika jelang pertandingan. "Selalu ada keadilan dalam hidup. Kami fokus pada permainan, tapi kami tahu apa yang terjadi di luar lapangan," ujar gelandang Belgia tersebut.
Pernyataan ini menjadi bumerang bagi kubu AS yang harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen. Raskin seolah menegaskan bahwa gangguan non-teknis yang menimpa lawan justru menjadi motivasi tambahan bagi Belgia untuk tampil sempurna.
Kemenangan ini memastikan langkah Belgia ke babak berikutnya dengan modal kepercayaan diri tinggi. Sementara bagi AS, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen isu di luar lapangan.
Raskin sendiri enggan berkomentar lebih jauh soal masa depan Balogun. Namun, pernyataan lugasnya tentang "keadilan" dipastikan akan menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola global dalam beberapa hari ke depan.