7 Motor Honda Bekas Paling Awet yang Layak Masuk Daftar Buruan Anda

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 20:18:31 WIB
Honda Supra X 125 dikenal awet dengan mesin 125cc yang tahan banting hingga 100.000 km.

NUSA TENGGARA TIMUR — Reputasi Honda sebagai pabrikan motor paling laris di Indonesia tidak lepas dari durabilitas mesinnya. Namun, tidak semua model bekas memiliki tingkat keandalan yang sama. Melansir data komunitas dan mekanik bengkel spesialis, tujuh motor ini konsisten disebut sebagai yang paling minim masalah teknis, bahkan setelah puluhan ribu kilometer.

Honda Supra X 125: Legenda Mesin 125cc Paling Bandel

Supra X 125 generasi awal hingga facelift 2010-an masih jadi primadona di pasar motor bekas. Mesin 125cc SOHC karburatornya dikenal sangat toleran terhadap perawatan yang tidak sempurna. Banyak unit yang sudah menempuh 100.000 km tanpa turun mesin.

Keunggulan lain: suku cadangnya melimpah di pasar loak dan bengkel umum. Biaya overhaul total pun tidak sampai Rp 2 juta untuk kualitas setengah baru.

Honda Vario 125 (2012-2018): Skutik Injeksi Pertama yang Teruji

Vario 125 generasi pertama dengan sistem injeksi PGM-FI menjadi tonggak keandalan skutik Honda. Berbeda dengan Vario 110 karburator yang rawan masalah pada roller dan CVT, Vario 125 punya sistem kelistrikan yang lebih stabil. Keluhan paling umum hanya pada busi dan throttle body yang perlu dibersihkan rutin setiap 10.000 km.

Honda Tiger 2000: Motor Sport Klasik yang Tak Lekang Waktu

Tiger 2000 masih jadi rebutan pencinta motor sport lawas. Mesin 200cc berpendingin udara ini punya torsi bawah yang kuat dan jarang mengalami masalah pada sistem pengapian. Kuncinya: rajin ganti oli gardan dan setel klep setiap 6.000 km. Tiger bekas tahun 2000-an dengan bodi orisinal masih laku di kisaran Rp 15-20 juta.

Honda BeAT (2014-2018): Pilihan Skutik Murah dengan Mesin ES Terbukti

BeAT generasi kedua dengan mesin eSP 110cc adalah salah satu skutik paling irit dan jarang bermasalah. Masalah umum yang muncul biasanya pada roller CVT yang aus di bawah 20.000 km, namun biaya penggantiannya hanya Rp 50-100 ribu. Sistem pendingin mesinnya yang sederhana membuatnya tidak mudah overheat di macet.

Honda CBR 150R (2011-2016): Sport Fairing Andal untuk Pemula

CBR 150R generasi pertama dengan rangka twin-spar menawarkan handling presisi. Mesin DOHC 150cc-nya terkenal bandel asal tidak sering di-geber ekstrem tanpa pemanasan. Komponen yang paling sering diganti hanya kampas rem dan rantai. Harga bekasnya kini mulai Rp 12-18 juta, sangat kompetitif untuk motor sport 150cc.

Honda Revo 110: Bebek Ekonomis dengan Mesin Injeksi

Revo 110 injeksi adalah penerus Supra X 110 yang lebih modern. Mesin 110cc eSP-nya irit BBM hingga 60 km/liter dalam pemakaian campuran. Masalah teknis paling serius yang tercatat adalah kebocoran seal klep pada unit produksi 2016-2017, namun sudah ada recall dari ATPM saat itu. Pastikan unit yang dibeli sudah menjalani perbaikan tersebut.

Honda Scoopy (2014-2019): Skutik Retro dengan Kelistrikan Solid

Scoopy generasi kedua dan ketiga punya sistem kelistrikan yang lebih matang dibanding generasi pertama. Masalah utama pada model ini adalah konsumsi aki yang lebih boros karena fitur lampu LED dan ACG starter. Namun, mesinnya tetap andal dan jarang mengalami trouble pada throttle body atau injector.

Tips membeli: Selalu cek riwayat servis di bengkel resmi atau bengkel langganan. Mintalah test drive dingin — starter yang langsung menyala tanpa di-choke menandakan kompresi mesin masih sehat. Hindari unit yang pernah mengalami kecelakaan parah, meski mesinnya masih bagus.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top