Otorita IKN Targetkan Nol Kasus Baru Stunting, Intervensi Dimulai dari Calon Pengantin

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 23:33:01 WIB
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN menargetkan nol kasus baru stunting melalui intervensi sejak calon pengantin.

NUSA TENGGARA TIMUR — Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa pembangunan fisik IKN harus berjalan paralel dengan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, kualitas generasi penerus menjadi faktor penentu keberhasilan IKN sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. "Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN," ujarnya saat kegiatan di Puskesmas Maridan, Jumat (12/6/2026).

Strategi Hulu-Hilir: dari Edukasi Reproduksi hingga Pendampingan Keluarga

Berbeda dengan pendekatan konvensional yang kerap berfokus pada balita, Otorita IKN menerapkan strategi pencegahan dari hulu ke hilir. Program yang dijalankan mencakup edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pemberian tablet tambah darah kepada calon pengantin dan wanita usia subur, hingga pendampingan keluarga. Langkah ini didasari temuan bahwa stunting tidak semata-mata akibat kekurangan gizi, melainkan juga dipengaruhi faktor kesehatan reproduksi, pola asuh, dan kondisi lingkungan keluarga.

Suwito menambahkan, intervensi dilakukan sejak sebelum kehamilan agar risiko dapat ditekan sedini mungkin. "Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan," ungkapnya.

Penguatan Kader Posyandu sebagai Garda Terdepan

Untuk mempercepat penurunan angka stunting, Otorita IKN memperkuat kapasitas kader Posyandu di wilayah delineasi IKN. Dalam pelatihan tersebut, kader mendapatkan pembekalan dari BKKBN mengenai pengelolaan keluarga sehat. Dokter spesialis dari organisasi profesi kebidanan dan kandungan juga turut memberikan edukasi terkait kehamilan sehat.

Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai dukungan Otorita IKN memperluas jangkauan edukasi kesehatan. Menurutnya, kader Posyandu merupakan investasi jangka panjang karena menjadi pihak yang paling dekat dengan keluarga di tingkat akar rumput. "Kader Posyandu berperan penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan keluarga yang membutuhkan pendampingan," ujarnya.

Seminawati, kader Posyandu Maridan, mengaku pelatihan yang diberikan menambah wawasan dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan saat mendampingi warga. "Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan supaya angka stunting di IKN semakin menurun," katanya.

Target Nol Kasus Baru dan Visi Generasi Emas Nusantara

Target nol kasus baru stunting menjadi bagian dari visi besar Otorita IKN untuk menciptakan generasi unggul yang akan mengisi berbagai profesi strategis di masa depan. Suwito menekankan, upaya ini bukan sekadar menurunkan angka prevalensi yang ada, tetapi mencegah munculnya kasus baru sama sekali. Dengan kata lain, setiap bayi yang lahir di IKN harus terbebas dari risiko stunting.

Langkah Otorita IKN ini menjadi uji coba bagi pendekatan pembangunan kesehatan yang integratif. Jika berhasil, model intervensi dari hulu ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain di Indonesia yang masih bergelut dengan masalah stunting kronis.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: ibukotakini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top