NUSA TENGGARA TIMUR — Langkah berani ini diambil di tengah persaingan sengit dengan BBC yang memilih menyiarkan turnamen dari studio hemat di Salford. ITV justru memamerkan studio mewahnya di New York dengan pemandangan Lower Manhattan, sebuah sindiran terbuka terhadap rivalnya yang oleh The Telegraph diejek sebagai operasi “kerja dari rumah”.
Momen emosional terjadi ketika legenda Arsenal, Ian Wright, diberi kesempatan untuk berbicara. Dengan mata berkaca-kaca, Wright menyatakan bahwa Amerika Serikat “tidak tahu apa-apa tentang semangat sepak bola.” Pernyataan ini menjadi salah satu puncak dari sesi diskusi yang secara mengejutkan kritis di awal siaran.
Pougatch juga memberi ruang untuk membahas perlakuan buruk terhadap tim, penggemar, dan ofisial yang kini menjadi persona non grata di AS. Semua ini, menurut pengamat, menjadi keseimbangan yang tepat antara pengakuan atas isu kontroversial yang membayangi turnamen dan kegembiraan akan esensi sepak bola yang tetap utuh.
ITV tak hanya unggul dari sisi konten, tetapi juga properti siaran. Studio utama yang didesain mirip apartemen ala Friends itu dilengkapi sofa kedua di atap gedung, menawarkan pemandangan Jembatan Brooklyn. Segmen ini, yang dibawakan Semra Hunter dan Adam Richman, tampaknya sengaja dirancang untuk “mengejek” BBC yang harus puas dengan pemandangan Salford.
Namun, para pengamat meragukan sofa atap itu akan bertahan lama, terutama jika harus menampung komentar pedas Roy Keane. “Bisa jadi sofa itu akan hanyut di Sungai Hudson pekan depan,” tulis kolomnis The Guardian.
Siaran pembuka juga menyertakan film pendek mengharukan tentang Sir Geoff Hurst, satu-satunya pemain tersisa dari tim juara 1966. Momen ini mengingatkan pemirsa betapa spesialnya Piala Dunia, sekaligus mengkritik sikap FIFA yang sering meremehkan sihir turnamen ini.
Dari Stadion Azteca di Mexico City, komentator Jon Champion dan Ally McCoist memberikan energi berbeda. McCoist, yang dikenal bisa hiperventilasi karena kegembiraan di laga Liga Konferensi Eropa, diprediksi akan membutuhkan tesaurus baru untuk mendeskripsikan gol pembuka Meksiko. “Ketika Meksiko mencetak gol, listrik di udara terasa nyata,” lapor jurnalis yang hadir di lokasi.
Pougatch menutup segmen awalnya dengan pernyataan sederhana namun menusuk: “Pada dasarnya, sepak bola itu hebat.” Sebuah pengingat bahwa di tengah segala kontroversi dan politik, Piala Dunia tetaplah milik para penggemar. Maaf BBC, berada di lokasi ternyata penting juga.