KUPANG — LPDP kembali membuka kesempatan bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan studi ke luar negeri melalui skema beasiswa co-funding. Tahun ini, ada tujuh program yang tersedia dengan destinasi mencakup kampus-kampus di Eropa, Australia, dan Tiongkok.
Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni. Pelamar dari NTT dan daerah lain di Indonesia dapat memilih program yang sesuai dengan bidang studi dan negara tujuan.
Ketujuh program tersebut merupakan hasil kerja sama LPDP dengan universitas mitra di berbagai negara. Berikut rincian program yang dibuka:
Skema co-funding berarti biaya pendidikan ditanggung bersama antara LPDB dan universitas mitra. LPDP akan menanggung biaya hidup, biaya pendaftaran, dan biaya lainnya, sementara universitas mitra memberikan keringanan atau pembebasan biaya kuliah (tuition fee).
“Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi putra-putri terbaik bangsa,” tulis pengumuman di laman resmi LPDP.
Pendaftaran terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menyelesaikan studi S1 atau S2. Pelamar wajib memiliki skor kemampuan bahasa Inggris yang memenuhi syarat masing-masing universitas mitra. LPDP juga memprioritaskan pelamar dari daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), termasuk sejumlah kabupaten di NTT.
Proses seleksi meliputi verifikasi administrasi, tes substantif, dan wawancara. Pelamar yang lolos akan mendapatkan pembiayaan penuh selama masa studi.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi LPDP di lppm.kemdikbud.go.id. Pelamar diminta menyiapkan dokumen seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat bahasa Inggris, dan rencana studi (study plan).
Batas akhir pendaftaran adalah 30 Juni. LPDP mengingatkan pelamar untuk tidak menunggu hingga hari terakhir karena proses unggah dokumen memerlukan waktu.